- Freepik
Hari Otak Sedunia 2026: Pakar Ingatkan Pentingnya Gizi dan Stimulasi pada 5 Tahun Pertama Kehidupan Anak
Jakarta, tvOnenews.com - Perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat pada lima tahun pertama kehidupan atau golden period. Pada fase inilah fondasi kemampuan berpikir, mengingat, berkomunikasi, hingga memecahkan masalah mulai terbentuk. Karena itu, para orang tua perlu memerhatikan tidak hanya pemenuhan gizi, tetapi juga stimulasi yang tepat sejak dini.
Dokter spesialis anak sekaligus Founder Yo Clinic – Klinik Anak, Gigi dan Fisioterapi, dr. Yoga Yandika, Sp.A, menjelaskan bahwa salah satu proses penting yang terjadi pada masa awal kehidupan adalah mielinisasi, yakni pembentukan lapisan mielin yang membantu penghantaran sinyal antarsel saraf menjadi lebih cepat dan efisien.
“Pada golden period, otak anak berkembang sangat pesat dengan membentuk triliunan koneksi antarsel saraf yang menjadi dasar bagi berbagai kemampuan belajar. Salah satu proses penting yang mendukung terbentuknya koneksi tersebut adalah mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang membantu penghantaran informasi antarsel saraf berlangsung lebih cepat dan efisien," ujar dr Yoga dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2026).
"Proses ini perlu didukung melalui kombinasi gizi yang tepat, seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, kolin, dan zat besi sebagai bagian dari pola makan seimbang, yang diimbangi dengan stimulasi yang tepat, pengalaman belajar yang beragam atau multi-learning, serta lingkungan yang positif. Kombinasi tersebut membantu mendukung dan mengoptimalkan perkembangan otak si Kecil," sambungnya.
Menurut dokter Yoga, selama lima tahun pertama kehidupan jumlah koneksi di setiap sel saraf otak meningkat sangat drastis, dari sekitar 2.500 menjadi sekitar 15.000 koneksi. Perkembangan tersebut menjadi dasar bagi berbagai kemampuan kognitif anak dan perlu didukung melalui pola makan bergizi seimbang, lingkungan yang positif, serta pengalaman belajar yang beragam.
Stimulasi melalui berbagai aktivitas atau multi-learning dinilai sama pentingnya dengan pemenuhan nutrisi. Anak yang mendapatkan kesempatan mengeksplorasi berbagai pengalaman diyakini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, hingga keterampilan sosial.
Pesan serupa juga disampaikan Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali. Menurutnya, orang tua perlu mempersiapkan anak menghadapi tantangan masa depan dengan memberikan kesempatan belajar dari berbagai pengalaman.
“Di tengah dunia yang terus berubah, kita belum tahu persis tantangan yang akan dihadapi anak-anak di masa depan. Namun kami percaya bahwa setiap anak bisa jadi hebat karena setiap anak memiliki perjalanan exceptional sendiri yang unik. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mendukung proses belajar anak melalui pengalaman yang beragam atau multi-learning, sehingga mereka mampu menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru dan lebih siap menghadapi masa depan atau future-ready," pungkasnya.
Pentingnya kombinasi antara gizi dan stimulasi tersebut juga menjadi salah satu tema yang diangkat dalam peringatan World Brain Day 2026 melalui kegiatan edukasi S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain yang digelar di Senayan City, Jakarta, pada 24–26 Juli 2026.
Melalui momentum World Brain Day, para ahli mengingatkan bahwa perkembangan otak anak tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Kombinasi gizi seimbang, stimulasi yang konsisten, kesempatan bereksplorasi, serta lingkungan yang mendukung menjadi fondasi penting untuk membantu anak mengembangkan potensi terbaiknya pada masa pertumbuhan. (cmi)