- Gambar ilustrasi AI
Viral Kasus Konten Kreator Rekam Usher GIIAS 2026, Menkomdigi Tegas: Meski di Ruang Publik Tetap Bisa Langgar UU PDP!
Padahal, penggunaan hasil rekaman, tujuan publikasi, bentuk pengolahan, serta dampaknya terhadap pihak yang direkam dapat memunculkan persoalan hukum dan etika.
Dalam UU PDP, data pribadi mencakup informasi yang dapat mengidentifikasi seseorang secara langsung maupun tidak langsung.
Data biometrik juga termasuk kategori data pribadi yang bersifat spesifik dan mendapat perlindungan khusus.
Namun, penerapan UU PDP terhadap sebuah video tidak dapat disimpulkan secara otomatis. Penilaian tetap memerlukan pemeriksaan terhadap konteks perekaman, bentuk pemrosesan, tujuan penggunaan, dasar hukum, unsur persetujuan, serta fakta yang ditemukan oleh pihak berwenang.
Rekam dengan Kacamata Pintar, Dugaan Biaya Take Down Jadi Sorotan
Polemik ini mencuat setelah seorang usher membagikan pengalamannya melalui media sosial Threads. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa interaksinya dengan kreator konten tersebut direkam dan akan digunakan sebagai materi unggahan.
Saat itu, usher disebut sedang menjalankan tugas profesional dengan memberikan informasi mengenai produk otomotif yang dipamerkan.
Namun, ia mengaku tidak pernah menerima penjelasan mengenai konsep video maupun tujuan penggunaan rekaman.
Perekaman diduga dilakukan menggunakan kacamata pintar. Rekaman tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan menarik perhatian banyak pengguna internet.
Kontroversi semakin meluas ketika muncul dugaan bahwa beberapa usher telah meminta video yang menampilkan mereka tidak dipublikasikan atau segera dihapus.
Namun, permintaan tersebut disebut sempat ditanggapi dengan permintaan uang sebagai pengganti biaya produksi konten.
Persoalan biaya take down menjadi salah satu isu yang paling banyak dikritik. Warganet mempertanyakan mengapa pihak yang merasa keberatan dengan penggunaan wajah atau interaksinya harus mengeluarkan biaya untuk menghapus konten yang menurut pengakuannya dibuat tanpa persetujuan.
Emanuel Bryan kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa pernyataannya mengenai biaya produksi tidak seharusnya disampaikan.
“Saya seharusnya memang tidak mengatakan ada biaya produksi atau kata-kata lain yang saya sampaikan di komen,” ujar Bryan dalam video klarifikasinya.
Ia juga meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan.
“Sebelumnya saya Bryan ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya minta maaf atas semua pihak yang dirugikan,” katanya.