news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Viral Detik-Detik Wanita Tertabrak KRL di Kembangan, Diduga Tak Dengar Kereta karena Pakai Headset.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Detik-Detik Seorang Wanita Tertabrak KRL di Kembangan, Diduga Tak Dengar Kereta karena Pakai Headset

Video detik-detik seorang wanita tertabrak KRL di Kembangan, Jakarta Barat, viral di media sosial. Korban meninggal dunia dan diduga tak meanyadari
Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:51 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Video yang memperlihatkan detik-detik seorang wanita tertabrak kereta rel listrik (KRL) di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, mendadak viral di media sosial. 

Rekaman kamera pengawas atau CCTV tersebut memperlihatkan korban tetap menuju perlintasan meski palang kereta telah tertutup dan kereta sedang melintas.

Peristiwa tragis itu dilaporkan terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.50 WIB. Korban yang mengenakan pakaian berwarna putih meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, perempuan tersebut diduga tidak menyadari kedatangan KRL karena masih menggunakan headset saat berada di sekitar jalur kereta.

Rekaman CCTV Perlihatkan Korban Berusaha Menyeberang

Dalam video yang beredar, korban terlihat berjalan menuju perlintasan kereta di wilayah Kembangan. Saat itu, palang pintu telah berada dalam posisi tertutup sebagai tanda bahwa kereta akan segera melintas.

Meski akses menuju rel sudah ditutup, korban tetap melanjutkan langkahnya. Ketika berada semakin dekat dengan jalur kereta, perempuan tersebut terlihat berusaha mempercepat langkah dan sempat berlari untuk melewati perlintasan.

Namun, pada saat bersamaan, KRL melaju melintasi jalur tersebut. Jarak yang sangat dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Peristiwa itu terekam oleh kamera CCTV di sekitar lokasi dan kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Rekaman tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial menyayangkan tindakan korban yang tetap berusaha melintas ketika palang pintu telah tertutup. 

Sebagian lainnya kembali mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan saat berada di dekat rel kereta.

Meski video telah beredar luas, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan ulang rekaman yang memperlihatkan momen kecelakaan secara utuh, terutama jika memuat bagian yang sensitif. 

Penyebaran konten semacam itu dapat menimbulkan dampak psikologis bagi keluarga korban serta masyarakat yang menyaksikannya.

Diduga Mengenakan Headset, Penyebab Masih Didalami

Salah satu informasi yang ramai dibicarakan menyebut korban masih menggunakan headset ketika mencoba menyeberangi jalur kereta. Kondisi tersebut diduga membuat korban tidak mendengar suara peringatan maupun klakson KRL yang sedang melintas.

Namun, dugaan mengenai penggunaan headset tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa perangkat tersebut menjadi penyebab utama kecelakaan.

Penyelidikan tetap diperlukan untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian, termasuk kondisi korban saat mendekati perlintasan dan faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap insiden tersebut.

Kecelakaan di perlintasan kereta dapat terjadi dalam hitungan detik. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan menerobos atau memaksakan diri melintas ketika palang sudah ditutup.

Penggunaan perangkat seperti headset dan earphone juga berpotensi mengurangi kesadaran terhadap kondisi sekitar. Suara musik atau audio yang terdengar melalui perangkat tersebut dapat membuat pengguna tidak menangkap bunyi klakson, sirene, maupun peringatan dari petugas.

KAI Sampaikan Belasungkawa dan Ingatkan Bahaya Menerobos Palang

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

“KAI turut berduka cita atas meninggalnya korban. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Franoto.

KAI kembali mengingatkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama ketika melintasi perlintasan sebidang. Setiap pengguna jalan diwajibkan memastikan kondisi jalur aman dan tidak ada kereta yang sedang mendekat sebelum menyeberang.

Franoto juga menekankan bahwa palang pintu yang mulai ditutup merupakan tanda untuk berhenti. Pengguna jalan tidak boleh memaksa melintas, meskipun merasa masih memiliki cukup waktu untuk melewati rel.

Selain mematuhi rambu dan palang perlintasan, masyarakat juga diminta menghindari penggunaan headset atau earphone ketika berada di sekitar jalur kereta. 

Perangkat tersebut dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam mendengar klakson, sinyal peringatan, maupun suara kereta yang datang.

Insiden di Kembangan menjadi pengingat bahwa keputusan untuk berhenti dan menunggu hanya membutuhkan beberapa menit, tetapi dapat menentukan keselamatan. Saat palang perlintasan tertutup, tidak ada perjalanan yang lebih penting daripada menjaga nyawa. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
25:30
06:26
01:30
02:16
00:56

Viral