Jenazah ABK Arupadatu 1 Teridentifikasi, Ditemukan Nelayan di Pulau Enggano
Jakarta, tvOnenews.com - Jenazah pria yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya teridentifikasi sebagai Surakman, salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda.
Surakman merupakan warga Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Ia menjadi salah satu dari tiga ABK yang berada di kapal Arupadatu 1 bersama lima jurnalis saat kapal tersebut hilang kontak ketika melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau.
Jenazah Surakman ditemukan nelayan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026.
Saat ditemukan, jenazah belum diketahui identitasnya. Korban diketahui mengenakan celana pendek hitam, memiliki tinggi sekitar 163 sentimeter, dan diperkirakan berusia sekitar 50 tahun.
Proses identifikasi kemudian dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan mencocokkan data antemortem dari keluarga korban. Pemeriksaan meliputi data primer berupa sidik jari, gigi, dan DNA.
Polda Banten menyebut hasil pemeriksaan DNA menunjukkan kecocokan antara jenazah dengan Yayat, anak biologis Surakman.
Hasil tersebut kemudian memastikan bahwa jenazah Mr. X yang ditemukan di Enggano merupakan Surakman, ABK Arupadatu 1.
Setelah ditemukan, jenazah Surakman sempat dimakamkan oleh pihak kecamatan setempat di Enggano.
Polda Banten dan Polda Bengkulu kemudian melakukan pembongkaran makam untuk menjalani proses autopsi serta pemeriksaan DNA, sidik jari, dan gigi.
Proses pemeriksaan berlangsung sekitar dua pekan hingga hasil identifikasi keluar dan dikonfirmasi Polda Banten.
Jenazah Surakman selanjutnya dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju Jakarta untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, Basarnas Banten belum memastikan kelanjutan operasi pencarian terhadap korban lainnya.
Keluarga berharap pencarian terhadap lima jurnalis dan dua ABK lainnya dapat kembali dilakukan seperti operasi SAR selama 10 hari sebelumnya.