news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Polkam Djamari Chaniago..
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Djamari Chaniago Tegaskan Tidak Ada Demo Besar Agustus, Masyarakat Diminta Tenang

Menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus media sosial kembali dipenuhi beragam unggahan mengenai aksi demonstrasi. Mulai dari video kerumunan massa
Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus, media sosial kembali dipenuhi beragam unggahan mengenai aksi demonstrasi

Mulai dari video kerumunan massa, narasi tentang kondisi yang disebut tidak kondusif, hingga klaim akan terjadinya demonstrasi besar, banyak beredar tanpa disertai informasi yang jelas mengenai waktu, lokasi, maupun sumbernya.

Pemerintah menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan berbagai narasi yang beredar di media sosial mengenai isu demonstrasi besar pada Agustus. 

Menurutnya, situasi keamanan nasional hingga saat ini masih berada dalam kendali pemerintah.

"Dan saya ingin pada kesempatan ini kami bersepakat untuk menyampaikan kepada masyarakat supaya tidak terganggu dengan masalah itu. Kami menanganinya semua," tegas Djamari di Kantor Kemenko Polkam, Rabu (5/8/2026).

Djamari juga menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak seperti yang digambarkan dalam berbagai unggahan di media sosial. 

Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

"Dan pada kesempatan yang baik ini juga saya katakan bahwa kondisi masyarakat kita juga tidak seperti apa yang disampaikan, yang disebarkan melalui media sosial itu," tambahnya.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa banyak video yang beredar menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia merupakan rekaman lama, hasil editan, atau menggunakan konteks yang berbeda dari kejadian sebenarnya.

"Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia," ujar Meutya  di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (03/08/2026) 

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi palsu bukan sekadar persoalan di ruang digital, tetapi dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari. Informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kepanikan, rasa takut, hingga memengaruhi aktivitas masyarakat meskipun kondisi di lapangan belum tentu sesuai dengan narasi yang beredar.

"Penyebaran informasi palsu bukan hanya persoalan konten digital. Karena informasi hoaks itu berdampak pada keputusan orang per orang dari hari ke hari. Ada yang jadi takut keluar, ada yang khawatir ketika bekerja. Menurut saya hal itu tidak tepat, tidak benar, dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta semangat nasionalisme di momen peringatan Hari Kemerdekaan," jelasnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan video atau informasi mengenai demonstrasi yang belum dipastikan kebenarannya. 

Sebelum membagikan suatu konten, pastikan terlebih dahulu sumber informasi, waktu kejadian, dan konteksnya melalui kanal resmi pemerintah maupun media yang kredibel.

Di era digital, kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting dari tanggung jawab setiap pengguna media sosial. Dengan tidak mudah terprovokasi oleh konten lama maupun informasi yang menyesatkan, masyarakat dapat membantu menjaga ruang digital tetap sehat serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama bulan Agustus. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:51
07:40
01:07
03:14
02:20
02:18

Viral