- Tangkapan Layar TikTok
Perjalanan Karier Saepul, Tersangka Mutilasi Depok: Pernah Jadi Guru Matematika hingga Tampil di TV
"Sebenarnya saya mau bantu ibu saya jualan di pasar kan butuh modal, jualan sayur dari jam 2 subuh sampai jam 8 pagi. Karena kita enggak ada kendaraan kan kadang dari rumah ke pasar jalan kaki, lumayan 5 km. Jadi pengin beli motor second. Sisanya buat modal emak nambah jualan. Soalnya sayurnya ngambil dari orang, untungnya cuma seribu dua ribu. Kalau belanja sendiri untungnya bisa kelihatan," cerita Saepul.
Dalam tayangan tersebut, Saepul juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah empat kali mengikuti ajang DMD.
"Kamu berapa kali ikut DMD?" tanya Irfan.
"Sudah empat kali," jawab Saepul.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana Saepul pernah mencoba berbagai jalan untuk mendapatkan penghasilan dan membantu keluarganya. Ia pernah mengajar, mencoba dunia hiburan, hingga kemudian berjualan.
Namun, perjalanan hidup itu berubah setelah dirinya terseret kasus pembunuhan.
- Kolase tim tvOnenews
Dari Berjualan hingga Terseret Kasus Mutilasi Depok
Saat ini, polisi menyebut Saepul sehari-hari berjualan pisang cokelat di Stasiun Pondok Cina, Depok.
"Yang bersangkutan benar berdagang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Di tengah aktivitas tersebut, Saepul kemudian menjadi tersangka kasus pembunuhan K. Polisi menyebut keduanya berkenalan melalui aplikasi Hornet sebelum bertemu di kontrakan Saepul di kawasan Cipayung, Depok.
Menurut penyidik, Saepul diduga memiliki niat menguasai sepeda motor Honda PCX milik korban setelah melihat kendaraan tersebut dalam foto korban.
Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono mengatakan desakan ekonomi disebut menjadi salah satu latar belakang munculnya niat tersebut.
"Untuk motif dari hasil pendalaman penyelidikan, setelah berkenalan dengan korban, pelaku melihat salah satu foto korban itu menggunakan motor Honda PCX warna hitam," jelas Breggy.
Polisi menyebut Saepul kemudian mengundang korban ke kontrakannya. Di lokasi tersebut terjadi cekcok sebelum korban ditusuk menggunakan pisau.
"Korban diundang pelaku ke kontrakan pelaku dan di sana lah terjadi pembunuhan. Pelaku dari awal sudah mempersiapkan diri untuk mengambil barang yang dimiliki korban," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin.