Kisah Surono Sebelum Hilang Bersama KM Virgo Transport 8, Bawa Selimut Peninggalan Ibunya
- tvOne - rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Sebuah selimut sederhana kini menjadi benda yang paling membekas bagi keluarga Surono (37), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Selimut itu merupakan milik ibu Surono yang telah meninggal dunia. Benda tersebut ikut dibawa Surono ketika berpamitan kepada keluarga untuk bekerja menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Yang membuat keluarga semakin teringat, Surono selama bertahun-tahun bekerja sebagai kernet truk pengangkut sayuran dan hampir tidak pernah membawa selimut saat bepergian.
Kini, selimut tersebut menjadi bagian dari ingatan keluarga tentang perjalanan terakhir Surono sebelum keberadaannya tidak diketahui setelah KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9).
“Biasanya enggak pernah bawa kemul (selimut). Itu kemul kesayangan ibu yang sudah almarhum. Tapi waktu itu dibawa terus. Sebelum berangkat juga dicari-cari,” ujar adik ipar Surono, Ari Supriyati, saat ditemui di rumahnya di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Selasa (22/9).
Pada Jumat (18/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB, Surono berpamitan kepada keluarga untuk kembali bekerja. Ia dijadwalkan melakukan perjalanan menuju Banjarmasin dengan membawa muatan sayuran.
Keberangkatan tersebut berlangsung seperti biasanya. Surono menyiapkan pakaian dan sejumlah barang yang dibutuhkan selama perjalanan. Tak ada firasat khusus yang dirasakan keluarga saat pria tersebut meninggalkan rumah.
“Jumat malam jam sebelas, pamit kalau mau berangkat ke Banjarmasin. Biasanya memang kerjanya pulang-pergi terus Banjarmasin, kernet, kirim sayur,” kata Ari.
Namun, perjalanan yang semula dianggap biasa itu kemudian berubah menjadi penantian panjang bagi keluarga. Kabar mengenai kecelakaan KM Virgo Transport 8 membuat keluarga bergegas mencari informasi mengenai keberadaan Surono.
Mereka bahkan mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk memastikan data penumpang dan mencari informasi mengenai korban.
Nama Surono tercatat dalam data yang mereka peroleh. Namun, hingga kini keluarga belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaannya.
“Sudah hampir sembilan hari ini belum ada kabar sama sekali. Kita sudah ke Tanjung Perak cari informasi di sana, datanya ada. Tapi untuk informasi korban-korban itu belum,” ungkap Ari.
Load more