news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemeriksaan mata berbasis AI yang memanfaatkan citra retina untuk membantu mengidentifikasi sejumlah kondisi kesehatan..
Sumber :
  • Istimewa.

Glaukoma hingga Diabetes, Ini 14 Penyakit yang Bisa Terlihat dari Retina Mata

Tak hanya keluhan seperti mata minus, plus, atau silinder, sejumlah penyakit mata dan gangguan kesehatan kronis juga dapat berkaitan dengan kondisi retina.
Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Gangguan penglihatan masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian di Indonesia. Tak hanya keluhan seperti mata minus, plus, atau silinder, sejumlah penyakit mata dan gangguan kesehatan kronis juga dapat berkaitan dengan kondisi retina.

Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala dinilai penting untuk membantu mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini, terutama sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Data Survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan pada 2014–2016 menunjukkan angka kebutaan pada penduduk berusia 50 tahun ke atas mencapai sekitar 3 persen. Katarak tercatat sebagai salah satu penyebab kebutaan tertinggi.

Di tengah kebutuhan tersebut, perkembangan teknologi turut membuka peluang untuk melakukan skrining kesehatan secara lebih praktis. Salah satunya melalui teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memanfaatkan citra retina untuk membantu mengidentifikasi sejumlah kondisi kesehatan.

General Manager Operation Optik Melawai James Hadisurjo mengatakan, perusahaan kini tidak hanya ingin berfokus pada layanan optik, tetapi juga memperluas perhatian terhadap kesehatan mata dan pendengaran.

"Kami ingin terus meningkatkan standar pelayanan di seluruh Indonesia, memperluas layanan kesehatan mata, agar setiap orang mendapatkan pelayanan yang lebih personal, akurat, dan sesuai dengan kebutuhannya," kata James saat konferensi pers Eye Wear Exhibition 45 Years Anniversary di Jakarta.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Retina Scan AI. Pemeriksaan tersebut memanfaatkan gambar retina yang kemudian dianalisis menggunakan modul AI.

Retina merupakan lapisan tipis di bagian belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya. Pembuluh darah dan saraf yang terdapat pada retina memiliki keterkaitan dengan sistem tubuh lainnya, sehingga citra retina dapat digunakan sebagai salah satu sumber informasi dalam proses skrining.

Melalui teknologi tersebut, pemeriksaan diklaim dapat membantu mendeteksi enam penyakit mata, yakni retinopati diabetik, retinopati hipertensi, glaukoma, degenerasi makula, miopia patologis, dan ablasio retina.

Selain itu, skrining juga mencakup sejumlah kondisi kronis, seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, anemia, tumor otak, dan penyakit paru.

Prosesnya dilakukan dengan mengambil gambar retina untuk kemudian dianalisis oleh sistem AI. Hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam waktu kurang dari lima menit dan tidak membutuhkan pengambilan darah.

Kehadiran teknologi skrining semacam ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih memerhatikan deteksi dini. Pemeriksaan yang lebih praktis juga dapat menjadi salah satu cara meningkatkan kesadaran bahwa pemeriksaan mata tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan menggunakan kacamata.

James mengatakan, perhatian terhadap kesehatan mata kini perlu diperluas seiring semakin beragamnya keluhan yang ditemukan di masyarakat.

"Kasus miopia memang masih tinggi, tetapi sekarang banyak juga keluhan lainnya. Kami juga ingin lebih fokus pada deteksi katarak yang belum terdiagnosis agar gangguan penglihatan bisa dideteksi lebih dini sebelum menimbulkan komplikasi," tutup James.

Pemanfaatan teknologi kesehatan tersebut menjadi bagian dari transformasi Optik Melawai ketika memasuki usia 45 tahun. Perusahaan yang bermula dari satu gerai di kawasan Melawai itu kini menyebut telah memiliki lebih dari 485 gerai di berbagai wilayah Indonesia.

“Selama 45 tahun, Optik Melawai telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Dari satu gerai di kawasan Melawai hingga kini hadir dengan lebih dari 485 gerai di seluruh Indonesia, perjalanan kami selalu dibangun di atas satu komitmen yang tidak pernah berubah, yaitu menghadirkan kualitas lensa terbaik, pemeriksaan mata yang terpercaya, dan pelayanan yang dapat diandalkan," bebernya. (cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
12:21
02:04
03:45
02:28
03:25

Viral