news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sosialisasi Penguatan Pelindungan Kekayaan Intelektual yang digelar BSKDN Kemendagri..
Sumber :
  • Kemendagri

BSKDN Perkuat Tata Kelola Inovasi Lewat Pelindungan Kekayaan Intelektual, SINTESIS Salah Satu Contohnya

Inovasi tata kelola pemerintahan perlu dijalankan secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai gagasan maupun hasil kerja semata. Salah satunya melalui pelindungan kekayaan intelektual.
Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:17 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kemendagri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) terus memperkuat pelindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari tata kelola inovasi di lingkungan pemerintahan. 

Upaya itu dilakukan supaya berbagai karya dan inovasi yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan saja, tetapi memiliki kepastian pelindungan serta dapat dikembangkan sebagai aset pengetahuan dalam jangka panjang.

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo mengatakan, inovasi pemerintahan perlu dikelola secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai gagasan maupun hasil kerja semata.

Hal itu disampaikan Yusharto saat membuka Sosialisasi Penguatan Pelindungan Kekayaan Intelektual dalam Mendukung Inovasi Kebijakan dan Transformasi Digital Pemerintahan di Command Center BSKDN, Kamis (13/8/2026).

“Pelindungan kekayaan intelektual perlu kita tempatkan sebagai bagian dari tata kelola inovasi. Pelindungan bukan dimaksudkan untuk membatasi kreativitas dan inovasi. Sebaliknya, pelindungan memberikan kepastian agar karya dan inovasi yang dihasilkan dapat dikembangkan secara lebih tertib, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusharto menjelaskan bahwa kebutuhan terhadap inovasi semakin penting seiring perkembangan teknologi digital dan semakin kompleksnya persoalan pemerintahan.

Transformasi digital, kata dia, tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan aplikasi maupun digitalisasi proses administrasi, tetapi juga membutuhkan kemampuan pemerintah dalam mengelola informasi, pengetahuan, serta berbagai inovasi yang dihasilkan.

“Dalam proses tersebut, gagasan, karya, inovasi, sistem, aplikasi, metodologi, maupun berbagai produk pengetahuan yang dihasilkan oleh aparatur pemerintah merupakan aset yang memiliki nilai strategis bagi organisasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, BSKDN bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) memiliki peran dalam menghasilkan penelitian, kajian, analisis, evaluasi, hingga rekomendasi strategi kebijakan. Berbagai hasil tersebut perlu dikelola agar tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi aset pengetahuan yang mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan BSKDN adalah SINTESIS (Smart Integrated System for Strategic Information and Evaluation Services). Platform tersebut dikembangkan untuk mendukung pengelolaan informasi, analisis data, identifikasi isu strategis, pemanfaatan hasil kajian, serta penyusunan bahan rekomendasi strategi kebijakan.

SINTESIS dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data, informasi, hasil analisis, dan kajian yang dimiliki organisasi sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih mudah dan optimal dalam mendukung kebutuhan kebijakan. Platform tersebut juga memiliki sejumlah fungsi strategis, mulai dari mengintegrasikan profil dan indikator daerah, melakukan analisis perbandingan dan kecenderungan, mengelola isu strategis daerah, memanfaatkan hasil kajian, hingga mendukung penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses analisis dan penyusunan bahan kebijakan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:34
01:25
01:32
01:54
05:21
00:53

Viral