Kepala BSKDN Kemendagri aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.
Konsep disiplin learning organization dinilai tetap relevan mengingat masih banyak instansi dan ASN yang belum sepenuhnya memahami dan menerapkan prinsip organisasi pembelajar.
Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menekankan bahwa penguatan pengukuran dampak kebijakan menjadi fondasi utama penerapan kebijakan berbasis bukti.
BSKDN Kemendagri menekankan kolaborasi perangkat daerah dan perguruan tinggi perlu diperkuat agar riset kampus bisa diadopsi untuk mengatasi persoalan layanan publik.
Di tengah banjir data dan pesatnya teknologi informasi, BSKDN Kemendagri mendorong ASN tingkatkan kualitas SDM sebagai faktor kunci untuk menghasilkan kebijakan yang bermutu.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan bahwa keberhasilan daerah meraih penghargaan inovasi seharusnya menjadi pemicu lahirnya gagasan baru, khususnya di sektor ekonomi.
Pemerintah daerah dituntut berani mengeksekusi kebijakan dan memperkuat kerja sama lintas wilayah untuk mencegah risiko bencana akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal.
Dinamika pembangunan nasional menuntut tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif, responsif, dan bertumpu pada data. Oleh karena itu, BSKDN terus memantapkan perannya sebagai Policy Hub.
Upaya bersama BSKDN Kemendagri dan BRIN menjadi bagian penting untuk memperkaya basis pengetahuan yang bisa dimanfaatkan pemerintah pusat maupun daerah.
Kepala BSKDN Kemendagri mengungkap IGA tahun ini mencatat sejarah baru dengan jumlah inovasi yang dilaporkan mencapai 36.742 inovasi dari 531 pemerintah daerah.
Kepala BSKDN Kemendagri menegaskan, inovasi adalah pilar utama pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah dinamika perubahan zaman yang bergerak sangat cepat.
Shalat Isya mepet dengan waktu Subuh atau satu jam sebelum adzan Subuh apakah masih sah? Simak penjelasan Syaikh Sa’ad bin Turki Al-Khotslan berikut ini.
Melalui pernyataan resmi, Rabu (11/2/2026), Mohan Hazian mengakui kesalahan atas kasus dugaan pelecehan seksual. Ia mengundurkan diri dari brand Thanksinsomnia.