- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Sinte Bukan Ganja! Kenali Tembakau Sintetis, Bahaya, Efek Kesehatan, dan Ancaman Hukumnya
Karena itu, anggapan bahwa sinte merupakan “ganja sintetis yang legal” tidak dapat dibenarkan. Status hukum suatu produk ditentukan berdasarkan zat yang terkandung dan penggolongan narkotika yang berlaku.
Apa Bahaya Sinte bagi Kesehatan?
Bahaya utama sinte terletak pada kandungan kimianya yang tidak selalu diketahui pengguna. Seseorang yang mengonsumsi produk tersebut belum tentu mengetahui jenis senyawa, kadar zat aktif, maupun bahan lain yang terkandung di dalamnya.
Efek awal yang dirasakan dapat berupa rasa tenang, euforia atau sensasi “fly”. Namun, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kecemasan, perubahan suasana hati, gangguan konsentrasi, masalah koordinasi tubuh hingga perilaku agresif.
Pada kondisi yang lebih berat, penggunaan kanabinoid sintetik dapat memicu halusinasi, paranoia, delusi, agitasi dan psikosis. Gangguan tersebut bahkan dapat terjadi pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan mental.
Dampaknya juga dapat menyerang organ tubuh. Penggunaan sinte dikaitkan dengan gangguan jantung, cedera ginjal akut, gangguan pernapasan, kejang, peningkatan suhu tubuh secara ekstrem, rabdomiolisis, penurunan kesadaran hingga kematian.
Risikonya semakin tinggi apabila sinte dikonsumsi bersamaan dengan alkohol, obat penenang, antidepresan atau zat psikoaktif lainnya.
Dalam penggunaan jangka panjang, kanabinoid sintetik juga berpotensi menimbulkan ketergantungan. Ketika konsumsi dihentikan, pengguna dapat mengalami gejala putus zat seperti kecemasan, sulit tidur, sakit kepala, mual, muntah, berkeringat dan kehilangan nafsu makan.
Dalam kondisi yang lebih berat, penghentian penggunaan dapat disertai jantung berdebar, nyeri dada, sesak hingga kejang.
Kenapa Orang Tua Perlu Waspada?
Salah satu persoalan dalam penyalahgunaan sinte adalah cara produk tersebut menjangkau calon pengguna.
Peredaran dapat memanfaatkan media sosial dan menggunakan istilah atau kemasan yang membuat produk terlihat tidak berbahaya.
Harga yang relatif terjangkau dan akses yang semakin mudah juga dapat meningkatkan risiko anak muda mencoba narkotika jenis ini.
Rasa penasaran yang awalnya dianggap sebagai eksperimen dapat berkembang menjadi penggunaan berulang dan ketergantungan.
Orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku anak, meskipun perubahan tersebut tidak otomatis menunjukkan penggunaan narkoba. Gangguan tidur, perubahan emosi ekstrem, penurunan konsentrasi, perubahan lingkungan pertemanan, perilaku agresif atau penurunan prestasi dapat menjadi alasan untuk membuka komunikasi secara lebih dekat.