news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ditjen Bimas Islam Kemenag menggelar program Peer Educator..
Sumber :
  • Kemenag

Cegah Pernikahan Anak, Kemenag Latih Ratusan Siswa sebagai Edukator Sebaya

Pendekatan edukasi oleh teman sebaya, dilai sangat penting dan efektif untuk mencegah pernikahan dini karena remaja cenderung lebih mudah menerima pesan dari teman seusianya.
Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ratusan siswa madrasah dan sekolah menjadi edukator sebaya untuk mendukung pencegahan pernikahan anak Pelatihan tersebut Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Islam Kemenag).

Pembinaan tersebut dilakukan melalui program Peer Educator yang berlangsung sejak 2024 hingga 2026.

Sebanyak 480 siswa mengikuti pembentukan Peer Educator pada 2024–2025. Mereka berasal dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Utara. Program tersebut dilanjutkan pada 2026 dengan melibatkan 80 siswa dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Para siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menyampaikan edukasi kepada teman sebaya mengenai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, khususnya risiko dan dampak pernikahan anak. Mereka mengikuti seleksi dan pembinaan sebelum menjalankan peran sebagai edukator sebaya.

Dari rangkaian pembinaan tersebut, Kemenag juga menetapkan 90 siswa dari delapan provinsi sebagai Duta Nasional Peer Educator. Mereka menjadi bagian dari jaringan edukator sebaya yang diharapkan dapat memperluas penyampaian pesan pencegahan pernikahan anak melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, pendekatan sebaya penting karena remaja cenderung lebih mudah menerima pesan dari teman seusianya. Komunikasi yang setara dan dekat dengan keseharian membuat edukasi lebih mudah dipahami serta membuka ruang bagi remaja untuk membicarakan persoalan yang mereka hadapi.

“Program Peer Educator ini hadir karena kami di Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, meyakini satu hal penting: bahwa suara sebaya sesungguhnya lebih mudah didengar oleh sebaya,” ujar Abu Rokhmad saat kegiatan Peer Educator di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

“Adik-adik tidak hanya akan dibekali dengan pengetahuan tentang bahaya dan risiko pernikahan usia anak, tentang kesehatan reproduksi, tentang hak-hak anak, maupun tentang keterampilan komunikasi dan konseling sebaya,” sambungnya.

Abu Rokhmad meminta para Peer Educator menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya. Mereka diharapkan mampu hadir ketika teman sebaya mengalami tekanan, menghadapi persoalan keluarga, atau mendapat dorongan untuk menikah pada usia yang belum semestinya.

“Jadilah pendengar yang baik bagi teman-teman kalian. Jadilah sahabat yang hadir ketika ada teman yang mulai ragu, yang mulai tertekan oleh keadaan, atau bahkan yang mulai dijodohkan atau diarahkan untuk menikah di usia yang belum semestinya,” tuturnya.

Ia juga meminta para edukator menyampaikan pesan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan remaja. Menurutnya, pembinaan tidak sekadar bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu remaja melihat pilihan dan masa depan yang lebih baik.

“Sampaikan dengan bahasa kalian sendiri, dengan cara kalian sendiri, bahwa ada jalan lain, ada masa depan lain, ada pilihan lain yang jauh lebih baik untuk diperjuangkan,” ujarnya.

Kemenag berharap Peer Educator dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekolah dan komunitas remaja. Para edukator diharapkan meneruskan edukasi mengenai pencegahan pernikahan anak, kesehatan reproduksi, hak anak, serta keterampilan komunikasi kepada teman sebaya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:43
01:56
05:32
01:56
05:54
05:09

Viral