news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Kampung Nelayan.
Sumber :
  • Unsplash/Fadrian Dwiki Maulanda

Fasilitas Penyimpanan dan Pemasaran Bantu Nelayan Ciwaru Sukabumi Kelola Hasil Tangkapan

Nelayan di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini didukung sejumlah fasilitas untuk menyimpan, mendinginkan, dan memasarkan hasil tangkapan.
Rabu, 2 September 2026 - 11:15 WIB
Reporter:
Editor :

Sukabumi, tvOnenews.com - Aktivitas nelayan di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini didukung sejumlah fasilitas untuk menyimpan, mendinginkan, dan memasarkan hasil tangkapan. Fasilitas tersebut membantu nelayan mengurangi risiko ikan terbuang ketika hasil tangkapan melimpah.

Ketua KDMP Ciwaru Evan Sofyan mengatakan KNMP mulai beroperasi pada April 2026. Sebelum fasilitas tersebut tersedia, hasil tangkapan dalam jumlah besar kerap tidak terserap karena keterbatasan tempat penyimpanan.

"Kalau dulu tempat pendaratan ikan di sini tidak semewah dan serepresentatif sekarang. Pernah kejadian nelayan kami dapat tangkapan sampai ratusan ton dalam satu minggu, tetapi karena tidak ada fasilitas penyimpanan, ikan itu terpaksa dibuang lagi atau bahkan dikubur. Sekarang dengan adanya gudang beku dan sarana pendukung, hasil tangkapan bisa langsung diselamatkan dan didistribusikan ke luar kota. Ini pokoknya efektif sekali dampaknya bagi masyarakat pesisir Ciwaru," ujar Evan di Kampung Nelayan Merah Putih, Sukabumi, Sabtu (29/8/2026).

Fasilitas penyimpanan juga memberi waktu lebih bagi nelayan untuk menjual hasil tangkapan. Kondisi tersebut membuat ikan tidak harus langsung dijual ketika pasokan sedang tinggi.

Evan mengatakan keberadaan fasilitas penanganan pascatangkap mulai menarik minat pengepul dan distributor dari luar daerah. Pasokan ikan dari Ciwaru kini berpeluang dipasarkan tidak hanya di wilayah sekitar, tetapi juga ke kota dan provinsi lain.

Kepala Bidang Pemasaran KNMP Ciwaru Ujang Syarif mengatakan kondisi tempat pendaratan ikan berubah setelah pembangunan KNMP. Sebelumnya, kapal nelayan harus bersandar di area berlumpur tanpa dermaga permanen.

"Sebelum KNMP dibangun, tempat sandar kapal di sini terbatas dan berlumpur, kapal-kapal harus sandar langsung ke air. Sekarang alhamdulillah sudah ada dermaga, kios pasar ikan yang tertata rapi, pengepul, dan kios perbekalan yang semuanya sebelumnya tidak ada. Kondisi kerja nelayan jadi jauh lebih terjamin, kebersihan lingkungan lebih baik, dan pengusaha ikan di sini juga merasa terbantu untuk mencari nafkah," jelas Ujang.

Saat ini, KNMP Ciwaru memiliki 40 kios yang terdiri atas 30 kios pasar ikan, empat kios perbekalan nelayan, dan enam kios pengepul.

Selain kios, kawasan tersebut dilengkapi cold storage, mesin pembekuan cepat atau Air Blast Freezer (ABF), mobil berpendingin Thermoking, kendaraan roda tiga untuk distribusi ikan olahan, serta dermaga permanen untuk kapal nelayan.

KNMP Ciwaru merupakan bagian dari program pemerintah untuk membangun Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut ditargetkan mencapai 5.000 kampung hingga 2029.

Di Desa Ciwaru, keberadaan KNMP juga berjalan berdampingan dengan Koperasi Desa Merah Putih dan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Koperasi menaungi kegiatan ekonomi desa, sementara KNMP berfokus pada aktivitas perikanan dan Dapur SPPG melayani pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kehadiran sejumlah fasilitas tersebut membuat aktivitas nelayan di Ciwaru tidak hanya bergantung pada penjualan langsung hasil tangkapan. Penyimpanan, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran ikan kini dapat dilakukan di kawasan yang sama.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

13:37
01:04
01:37
04:59
06:02
01:14

Viral