news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius Febry saat mengecek lahan terbakar di Jalan Sempati Tegal Arum yang masuk area ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor..
Sumber :
  • Antara

Api Padam Belum Tentu Bara Mati, Ini Tantangan Penanganan Karhutla di Lahan Gambut

Api yang tak lagi terlihat di permukaan belum tentu menandakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) benar-benar berakhir. 
Rabu, 2 September 2026 - 14:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Padamnya api di permukaan bukan jaminan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah sepenuhnya berakhir.

Khusus di lahan gambut, bara api sering kali masih bertahan di bawah permukaan tanah dan sewaktu-waktu dapat memicu munculnya api serta asap kembali.

Fenomena ini menjadi tantangan berat dalam penanganan karhutla di Kalimantan.

Oleh karena itu, tim pemadam wajib melakukan proses pembasahan dan pendinginan secara intensif untuk memastikan tidak ada sisa bara yang tersembunyi di dalam tanah.

Selain karakteristik lahan gambut, proses pemadaman juga dipengaruhi angin kencang, keterbatasan sumber air, rendahnya jarak pandang, hingga pertumbuhan awan yang tidak merata.

Kamera Termal Digunakan di Kalimantan Selatan

Di Kalimantan Selatan, kamera termal digunakan untuk membantu mendeteksi indikasi panas dan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan area yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar. 

Pendinginan berulang juga dilakukan pada lokasi yang masih berpotensi menyimpan bara.

Berdasarkan data operasi hingga 31 Agustus 2026, pemadaman darat di Kalimantan Selatan telah menangani area seluas 29 hektare.

Dukungan udara dilakukan dengan mengerahkan lima helikopter. Sebanyak 11 penerbangan dilakukan dengan total 1,328 juta liter air yang dijatuhkan untuk menangani area seluas 60,41 hektare.

Beberapa helikopter juga dikerahkan secara bersamaan untuk menangani kebakaran di sekitar kawasan bandara dan permukiman.

23 Lokasi di Palangka Raya Belum Padam

Tantangan pemadaman juga masih dihadapi di Kalimantan Tengah.

Hingga akhir Agustus, operasi darat telah menangani area seluas 87,22 hektare. 

Sementara dari udara, sebanyak empat penerbangan dilakukan dengan menjatuhkan total 188 ribu liter air.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) turut dilakukan dengan menggunakan 800 kilogram garam untuk mendorong turunnya hujan ketika kondisi awan memungkinkan.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, 23 lokasi di Palangka Raya masih tercatat belum padam. Personel dan peralatan diprioritaskan untuk menangani lokasi-lokasi tersebut.

Pemadaman Tak Berhenti Saat Api Hilang

Karakter kebakaran gambut membuat proses penanganan tidak selesai ketika api di permukaan berhasil dipadamkan.

Petugas masih harus melakukan pengecekan, pembasahan dan pendinginan berulang untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi kembali menyala.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:51
04:43
02:08
01:14
01:08
01:39

Viral