- istimewa
Akses Darat Lumpuh Pascagempa,Polda NTT Kirim Bantuan ke Nggilat Lewat Jalur Laut
"Sulitnya akses darat bagi kendaraan roda dua maupun roda empat membuat jalur laut menjadi pilihan yang lebih cepat. Oleh karena itu, kami berinisiatif menyewa perahu milik masyarakat setempat guna mendistribusikan bantuan logistik," jelas AKBP Christian.
Pergerakan logistik dimulai pukul 16.00 WITA dari Aula Mako Polres Manggarai Barat menggunakan armada pick-up, sebelum tiba di pesisir Pantai Ketentang pada pukul 17.30 WITA untuk proses memuat barang ke perahu motor.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan vital bagi 234 Kepala Keluarga (KK) terdampak:
Bahan Pangan Utama: 135 karung beras (kemasan 5 kg), 22 dos paket sembako, 20 dos mi instan, 10 dos biskuit Kelapa Hijau, 5 dos biskuit Roma, serta 10 dos air mineral.
Selain itu untuk kesehatan dan sanitasi, ada 10 dos susu bayi SGM, 3 dos popok bayi, 11 dos pembalut wanita, 10 dos tisu wajah, 5 dos tisu kering, dan 4 dos tisu basah. Perlengkapan Sandang: 540 lembar selimut hangat.
Setibanya armada pengangkut di Pantai Ketentang, serah terima bantuan dilakukan secara simbolis dan administratif oleh perwakilan personel Satpolairud Polres Manggarai Barat kepada Kepala Desa Nggilat, Elias Firdaus Jani.
Rasa haru dan lega tak mampu disembunyikan oleh pihak pemerintah desa atas kepedulian cepat dari jajaran Polres Manggarai Barat.
"Bantuan ini sangat berarti bagi 234 KK di desa kami yang saat ini berjuang memulihkan kondisi pascabencana. Akses darat yang sulit membuat kami sangat bergantung pada jalur laut. Terima kasih kepada Kapolres Manggarai Barat dan Satpolairud yang sangat cekatan menjangkau kami," ungkap Kepala Desa Nggilat, Elias Firdaus Jani, usai menandatangani berita acara penerimaan logistik.
Elias juga memastikan bahwa proses distribusi ke tangan warga akan dilakukan secepat dan seadil mungkin begitu perahu mendarat di pemukiman.
"Kami pastikan seluruh pasokan logistik ini disalurkan secara transparan, adil, dan tepat sasaran kepada seluruh warga terdampak tanpa ada yang terlewat," tegas Elias. (aag)