news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

BPP HIPMI mendorong penguatan sektor manufaktur agar terus menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional..
Sumber :
  • Istimewa

HIPMI Dorong Manufaktur Terus Ekspansif, Perkuat Pasar dan Rantai Pasok Dalam Negeri

BPP HIPMI mendorong penguatan sektor manufaktur agar terus menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Jumat, 4 September 2026 - 12:40 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong penguatan sektor manufaktur agar terus menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatan permintaan, peningkatan daya saing industri, serta perluasan rantai pasok dalam negeri dinilai menjadi kunci untuk menjaga aktivitas produksi sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja.

Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo mengatakan sektor manufaktur memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian. Ketika aktivitas produksi meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan industri besar, tetapi juga pemasok bahan baku, perusahaan logistik, distributor, UMKM industri, hingga tenaga kerja.

“Manufaktur memiliki multiplier effect yang sangat luas. Karena itu, momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi yang sudah terjaga perlu terus kita dorong masuk ke sektor produksi. Kalau permintaan meningkat dan industri semakin kompetitif, kapasitas produksi akan bergerak dan lapangan kerja juga semakin terbuka,” ujar Ade Jona.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di level 49,8 pada Agustus 2026, turun tipis dari 50,2 pada Juli. HIPMI menilai pergerakan tersebut perlu dilihat secara proporsional sekaligus menjadi momentum untuk semakin memperkuat fondasi industri nasional.

Ade Jona mengatakan Indonesia tetap memiliki modal ekonomi yang kuat untuk mendorong manufaktur kembali meningkatkan ekspansi. Karena itu, HIPMI mendorong agar penguatan pasar domestik berjalan beriringan dengan perbaikan daya saing dari sisi biaya produksi, energi, logistik, akses pembiayaan, ketersediaan bahan baku, produktivitas, hingga kepastian berusaha.

“Yang perlu kita jaga adalah pasar dan daya saingnya. Industri membutuhkan permintaan yang kuat, tetapi pada saat yang sama biaya untuk memproduksi barang di Indonesia juga harus semakin kompetitif. Kalau dua sisi ini berjalan bersama, kita optimistis manufaktur Indonesia punya ruang yang sangat besar untuk terus tumbuh,” katanya.

Menurut Ade Jona, penguatan manufaktur juga harus menjadi momentum untuk memperdalam rantai pasok nasional. Investasi industri yang masuk perlu semakin terhubung dengan perusahaan dan pengusaha di dalam negeri, termasuk pengusaha muda dan pengusaha daerah yang memiliki kemampuan untuk menjadi pemasok maupun mitra industri.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
04:48
02:08
02:22
01:47
02:19

Viral