news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pascagempa NTT, Kemendikdasmen Bangun Puluhan Tenda untuk Sekolah Darurat Hingga Kirim Bantuan Paket Sekolah.
Sumber :
  • istimewa

Pascagempa NTT, Kemendikdasmen Bangun Puluhan Tenda untuk Sekolah Darurat Hingga Kirim Bantuan Paket Sekolah

Kemendikdasmen bergerak cepat untuk menangani sarana pendidikan yang rusak pasca bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT, pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Jumat, 4 September 2026 - 13:11 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat untuk menangani sarana pendidikan yang rusak pascabencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) lalu.

“Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan yakni dua orang murid dan satu orang guru,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Menindaklanjutinya adanya kendala dalam proses pendidikan pasca gempa, Abdul Mu’ti turun langsung ke tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.

Tercatat bahwa per 16 Agustus 2026, sebanyak 253 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 199 satuan jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB (kewenangan kabupaten) dan 54 satuan jenjang SMA/SMK/SLB (kewenangan provinsi). 

Jumlah tersebut termasuk Ruang Kelas Baru hasil Revitalisasi 2026 seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang. Hingga saat ini Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai simpul penanganan bencana di lapangan terus melakukan proses pendataan dan penanganan kerusakan. 

Adapun dalam hal ini terdata bahwa Kabupaten Manggarai Timur merupakan wilayah dengan kerusakan terparah. Total ada 104 satuan pendidikan dari berbagai jenjang yang terdampak, lalu Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 52 satuan pendidikan. Di Manggarai Timur sebanyak 51 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs. 

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengarahkan kepada satuan pendidikan untuk menghentikan sementara pembelajaran di ruang kelas yang rusak dan memindahkan kegiatan ke ruang aman, tenda belajar, atau meliburkan pembelajaran sementara sesuai kondisi daerah.

“Kami juga menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan HIMPSI. Layanan tersebut akan segera bergerak setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi kondisi lapangan. Langkah selanjutnya adalah mendorong pembersihan sekolah yang masih aman digunakan serta mengoordinasikan pemanfaatan anggaran belanja tambahan untuk kebutuhan sarana dan alat belajar,”terang Abdul Mu’ti.

Kemudian, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat yang bergerak melalui dua klaster ekspedisi. Hal ini dikakukan sebagai respons cepat menjaga keberlanjutan pembelajaran sekaligus mengutamakan keselamatan warga sekolah.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
05:48
04:48
02:08
02:22
01:47

Viral