- Tim tvOne
Rupiah Ditutup Menguat Rp17.642 per Dolar AS, Ini Prediksi Perdagangan Pekan Depan
“Selain itu, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini rata-rata masih di kisaran 5 persen. Kondisi ini belum cukup kuat untuk mendorong industrialisasi dan menciptakan lapangan kerja formal dalam jumlah besar,” katanya.
Ibrahim kemudian mendorong pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 6-6,5 persen. Pertumbuhan pada level tersebut dinilai dapat menjadi pemicu bagi ekspansi investasi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih besar.
“Oleh karena itu guna untuk penciptaan lapangan kerja formal semakin kuat, maka pertumbuhan ekonomi perlu didorong hingga di atas 6-6,5 persen,” ujar Ibrahim.
Ia memperkirakan pertumbuhan yang lebih tinggi akan meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor asing. Masuknya investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Dampaknya investasi asing kembali masuk dan membangun insprastruktur serta membuka lapangan kerja baru dampaknya pendapatan masyarakat kelas menengah semakin meningkat. Hasilnya akan tercipta masyarakat kelas menengah baru dengan pendapatan yang lebih baik,” pungkasnya. (agr/aag)