- x FajarDawnVirgo
Sebelum Pergi, Fajar Sahrudin Tinggalkan Donasi Rp40 Juta untuk Mereka yang Membutuhkan
Ia juga meminta agar kabar tersebut disampaikan kepada teman-temannya yang lain. Dalam unggahan itu, Fajar menjelaskan bahwa tulisan tersebut merupakan schedule post dan tidak akan ada lagi orang yang mengelola akunnya setelah dirinya pergi.
Namun, salah satu bagian yang paling kuat dari tulisannya justru bukan mengenai dirinya sendiri.
“Harapanku untuk dunia ini adalah semoga dunia ini semakin ramah bagi mereka yang lemah,” tulis Fajar.
Kalimat tersebut menjadi pesan yang kemudian melekat pada berbagai unggahan terakhirnya. Fajar juga menulis pesan lain pada 5 September 2026.
“Jangan doakan aku yang telah pergi, berdoalah untuk mereka yang masih hidup penuh dengan segala kesulitan dan kesakitan. Semoga mereka mendapatkan kekuatan yang lebih dari aku,” tulisnya di akun X.
Donasi dan Pesan yang Menyisakan Refleksi
Fajar kemudian membuat unggahan bertema Rest In Peace dengan keterangan nama dan tanggal kehidupannya, 10 September 1995 hingga 5 September 2026. Di dalamnya terdapat kalimat berbahasa Inggris yang kembali mengulang harapan yang sebelumnya ia tuliskan.
“May this world be kinder to those who are vulnerable,” tulisnya.
Rangkaian unggahan tersebut membuat kisah Fajar tidak hanya berbicara mengenai seseorang yang meninggal dunia, tetapi juga meninggalkan pertanyaan tentang bagaimana lingkungan memperlakukan orang-orang yang sedang berada dalam kondisi rentan.
Donasi Rp40 juta yang ia tinggalkan menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Di tengah persoalan pribadi yang pernah ia ceritakan, ia masih memikirkan organisasi, komunitas, dan makhluk hidup lain yang membutuhkan bantuan.
Namun, kisah ini penting dibaca tanpa meromantisasi keputusan mengakhiri hidup. Donasi maupun pesan terakhir seseorang tidak boleh membuat tindakan tersebut terlihat sebagai sesuatu yang ideal atau patut ditiru.
Hal yang lebih penting untuk direnungkan adalah pesan kemanusiaan yang tersisa: bagaimana menciptakan lingkungan yang membuat orang yang sedang kesulitan merasa aman untuk berbicara dan mendapatkan pertolongan.
Kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk besar. Mendengarkan, menanyakan kabar, tidak menghakimi, serta mengarahkan seseorang kepada bantuan profesional ketika dibutuhkan dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti.