news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Persoalan kualitas air baku yang berdampak pada pasokan air Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya menjadi perhatian Komisi C DPRD Kota Surabaya..
Sumber :
  • Antara

DPRD Surabaya Soroti Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa

Persoalan kualitas air baku yang berdampak pada pasokan air Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya menjadi perhatian Komisi C DPRD Kota Surabaya.
Kamis, 10 September 2026 - 22:01 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Persoalan kualitas air baku yang berdampak pada pasokan air Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya menjadi perhatian Komisi C DPRD Kota Surabaya. DPRD Surabaya menggelar pertemuan bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Perum Jasa Tirta I, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, DLH Kota Surabaya, serta Perumda Air Minum Surya Sembada.

Pertemuan tersebut membahas kondisi air sungai yang sebelumnya dilaporkan keruh, berbusa, dan menimbulkan bau menyengat hingga berdampak terhadap kualitas air yang diterima pelanggan.

Dalam pembahasan itu, Direksi Perum Jasa Tirta I Milfan Rantawi menjelaskan, munculnya busa pada aliran sungai diduga kuat berkaitan dengan dampak kebakaran yang melanda pabrik deterjen.

Sebagai langkah penanganan dalam kondisi tersebut, Perum Jasa Tirta I melakukan pengenceran air dengan mengalirkan debit air dari Mlirip sebesar 25 meter kubik per detik selama dua hari. Upaya ini ditujukan untuk membantu memulihkan kualitas air di sekitar titik pengambilan air baku milik PDAM Surabaya. Namun, langkah pengenceran tersebut disebut hanya dapat dilakukan dalam kondisi darurat atau force majeure. Jika dilakukan terlalu sering, alokasi air untuk kebutuhan lain, termasuk irigasi, dapat terganggu.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya M. Eri Irawan kemudian menyoroti mekanisme koordinasi antara Perum Jasa Tirta I dengan Perumda Air Minum Surya Sembada ketika terjadi pencemaran.

Menurut Eri, terdapat jeda dalam penyampaian informasi ketika pencemaran terjadi. Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan karena air yang terkontaminasi sempat masuk ke instalasi pengolahan air Perumda Air Minum Surya Sembada dan berdampak pada kualitas produksi air bersih.

Sistem monitoring kualitas air milik Perum Jasa Tirta I turut menjadi perhatian. Eri meminta informasi dari sensor pemantauan tersebut dapat diakses secara cepat dan real time oleh Perumda Air Minum Surya Sembada.

Hal itu dinilai penting karena Perumda Air Minum Surya Sembada merupakan konsumen air baku yang disediakan Perum Jasa Tirta I. Eri menyebut Perumda Air Minum Surya Sembada membayar Rp66 miliar setiap tahun kepada Perum Jasa Tirta I untuk pengadaan air baku. Karena itu, ia menilai kualitas air yang diterima harus menjadi perhatian.

Selain persoalan koordinasi dan sistem monitoring, Komisi C juga menyoroti pengawasan kualitas air. Eri menyebut kewenangan pengawasan kualitas air berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Komisi C DPRD Surabaya mendorong agar pemantauan kualitas air dilakukan secara lebih intensif sehingga persoalan pencemaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berdampak lebih jauh terhadap produksi air bersih bagi masyarakat.

Sementara itu, Perumda Air Minum Surya Sembada sebelumnya telah melakukan langkah pemulihan setelah terjadi penurunan kualitas air baku di Instalasi Pengolahan Air Minum Karangpilang akibat kontaminasi polutan busa pada air baku Kali Surabaya.

Penanganan yang dilakukan meliputi mitigasi teknis, penggelontoran air pada jaringan pipa distribusi, hingga penyediaan bantuan air tangki gratis bagi pelanggan yang terdampak.(chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:08
01:04
01:23
01:18
01:28
04:46

Viral