- istimewa - antaranews
Mengenal Helikopter Chinook Jepang yang Bantu Pemadaman Karhutla di Kalbar
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar baik untuk warga Kalimantan, karena Jepang ikut membantu dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dengan 3 helikopter Chinook.
Dijelaskan kalau helikopter berat CH-47 Chinook dari Jepang guna perkuat dalam menghadapi tantangan lahan gambut dan keterbatasan sumber air.
Menurut Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan saat kedatangan kapal Jepang JS Kunisaki di Mempawah, Kamis, menyampaikan terima kasih atas bantuan Pemerintah Jepang untuk penanganan karhutla.
"Yang pertama mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jepang yang sudah mengirimkan kapal, personel dan peralatan untuk membantu Indonesia, secara khusus Kalimantan Barat," kata Krisantus dalam antara.
Lantas apa itu Helikopter Chinook Jepang?
Perlu diketahui, helikopter Chinook Jepang merupaka angkut berat militer jenis Boeing CH-47 Chinook milik Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) yang dikerahkan ke Kalimantan Barat untuk membantu Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- istimewa - antaranews
Dalam keterangan google AI, gambaran Helikopter Chinook adalah Helikopter dengan memiliki dua baling-baling besar di bagian depan dan belakang yang berputar berlawanan arah, tanpa memerlukan baling-baling ekor.
Produksi Helikopter Chinook ini dikembangkan oleh Boeing di Amerika Serikat, tetapi varian yang digunakan Jepang (CH-47J/JA) diproduksi oleh Kawasaki Heavy Industries berdasarkan lisensi.
Helikopter yang mampu mengangkat beban besar atau banyak. Sehingga diharapkan bisa membantu dalam pemadaman Karhutla Kalbar.
Sehubungan dengan perbantuan Jepang ini, disampaikan kalau lokasi operasi helikopter akan ditentukan melalui koordinasi TNI, Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan titik api yang terdeteksi.
Dukungan Jepang ini merupakan bagian dari misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) Jepang-Indonesia.
Perlu diketahui, berdasarkan sebaran kejadian Karhutla di Kalbqr mencapai 2.332 kejadian hingga 1 September 2026.
Dengan Kota Banjarbaru mencatat jumlah kejadian karhutla tertinggi sebanyak 474 kejadian dengan luas lahan terdampak 1.831,80 hektare, sedangkan Kabupaten Banjar mencatat 441 kejadian dengan luas terdampak tertinggi yang mencapai 2.737,51 hektare.
Kabupaten Tanah Laut mencatat 359 kejadian dengan luas lahan terdampak 2.072,35 hektare, Hulu Sungai Selatan sebanyak 324 kejadian seluas 2.203,97 hektare, serta Tapin sebanyak 183 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 1.244,68 hektare.
Selanjutnya, wilayah Barito Kuala 168 kejadian dengan luas lahan terdampak 971,70 hektare, Hulu Sungai Utara 98 kejadian seluas 532,85 hektare, Tanah Bumbu 69 kejadian seluas 197,60 hektare, dan Balangan 66 kejadian dengan luas 196,51 hektare.
Sementara itu, wilayah Hulu Sungai Tengah 58 kejadian dengan luas lahan terdampak 156,11 hektare, Kotabaru 48 kejadian seluas 58,07 hektare, Tabalong 29 kejadian dengan luas 135,13 hektare, serta Kota Banjarmasin 15 kejadian seluas 1,45 hektare.(klw)