- Tangkapan layar YouTube Abah Setu MDNH
Ucapan Abah Setu yang Viral Diduga Hina Nabi Muhammad, Pimpinan Majelis Nurul Hikam Bekasi Mengaku Salah di Polres
tvOnenews.com – Jagat media sosial digegerkan oleh tayangan video siaran langsung Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Pernyataan Asep dalam potongan video tersebut memicu gelombang protes dari masyarakat lantaran dinilai melakukan pelecehan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Guna mencegah aksi main hakim sendiri dari massa yang sempat mendatangi lokasi majelis, jajaran Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Barat bergerak cepat memediasi para pihak di Mapolres Metro Bekasi pada Kamis (10/9/2026).
- Tangkapan layar YouTube Abah Setu MDNH
Ucapan Kontroversial Pemicu Kemarahan
Dalam potongan siaran langsung yang beredar luas, Asep menyampaikan narasi yang memancing kemarahan Umat Islam.
"Yang disebut Muhammad itu mana sih? Orang Madinah itu pantesan ente pada susah sekarang, mengharap dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dia sendiri," bunyi kutipan ucapan Asep dalam video tersebut.
Saat dimintai keterangan awal oleh kepolisian, Asep berkalih bahwa tayangan tersebut merupakan potongan video yang tidak utuh dan menduga ada manipulasi teknologi Artificial Intelligence (AI).
Namun, laporan dugaan penistaan agama tetap bergulir di kepolisian.
Minta Maaf dan Janji Tutup Aktivitas Majelis
Dalam forum mediasi yang difasilitasi Polres Metro Bekasi Asep akhirnya menyampaikan penyesalan mendalam dan menandatangani surat pernyataan bersalah.
"Sehubungan dengan beredarnya video yang telah menyinggung kaum muslimin, khususnya telah menghina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut. Oleh karenanya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," tegas Asep, Jumat (11/9/2026).
- Istimewa
Asep juga berjanji menghentikan seluruh aktivitas pengajaran, majelis taklim, hingga konten media sosial yang berpotensi memicu kontroversi.
Ia menyatakan siap diproses hukum apabila mengulangi perbuatannya, serta berjanji meluruskan pemahaman keagamaannya kepada para ulama.
Forum Umat Islam Tuntut Penutupan Total
Meski skema restorative justice sempat disepakati dalam mediasi, perwakilan Forum Umat Islam Bekasi Raya Sayf Alifulloh menegaskan pihaknya belum sepenuhnya puas karena menuntut penutupan secara total dan permanen.