Abah Setu Sampaikan Maaf Usai Diduga Hina Nabi Muhammad, Polisi Pastikan Kasus Masih Berlanjut
- Tangkapan layar YouTube Abah Setu MDNH
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkapkan fakta baru di balik Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW dalam pernyataannya dengan jamaahnya pada siaran langsung.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Andi Oddang mengatakan, walaupun yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf, saat ini proses hukum masih berlanjut.
“Masih (berproses), sementara belum ada (pencabutan laporan),” kata Andi, kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Sementara itu, Andi menjelaskan, langkah selanjutnya dalam penanganan perkara ini masih menyesuaikan proses yang ada.
- Tangkapan layar YouTube Abah Setu MDNH
“Untuk laporan kan sudah ada, sudah dilaporkan nanti kita menyesuaikan langkah-langkah ke depannya.
Kalai sejauh ini dari MUI Bekasi sendiri sudah menyampaikan sudah memaafkan, masyarakat juga sudah memaafkan khususnya Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video diduga berasal dari rekaman siaran langsung Abah Setu mendadak viral di media sosial. Di dalamnya memperlihatkan ia tengah berbincang dengan salah seorang jemaahnya tentang Nabi Muhammad SAW.
Mulanya Abah Setu ditanya terkait alasan Nabi Muhammad SAW bisa menjadi kekasih Allah SWT. Pimpinan majelis di Desa Telajung itu pun menjawab bahwa pertanyaan itu hanya membuat jemaahnya "terjebak syariat".
"Kenapa? Emang beliau aja bisa menjadi kekasih (Allah SWT)? Ini Hendro masih terjebak syariat ini. Yang disebut Muhammad itu yang mana, sih? Orang Madinah itu? Pantas kamu susah enggak dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dia sendiri. Wong pamannya aja ditolongin enggak bisa. Lagi hidup aja enggak bisa tolongin paman," ucap Abah Setu dalam video viral.
Kemudian, Asep muncul ke ruang publik dan mengklarifikasi terkait video siaran langsung diduga menghina Nabi Muhammad SAW yang viral di media sosial.
Ucapan kontroversial Abah Setu yang diduga telah menghina Nabi Muhammad SAW memicu gelombang amarah publik. Bahkan Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpin olehnya digeruduk massa pada Senin, 7 September 2026 malam.
Abah Setu pun mengungkapkan kabar terbarunya melalui siaran langsung melalui kanal YouTube pribadinya pada Rabu (9/9/2026).
Load more