- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Pekrembangan Teknologi AI Mengubah Cara Berkarya, Bukan Menggantikan Kreativitas Manusia: Dari Ide hingga Layar Lebar
Festival tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Para kreator mengangkat cerita mengenai identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, pengalaman, hingga harapan tentang Indonesia dengan memanfaatkan berbagai teknologi penyuntingan, termasuk fitur berbasis AI.
Sepuluh karya tersebut kemudian mendapatkan penilaian dan tanggapan langsung dari lima pelaku industri kreatif, yakni Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita. Para finalis mendapatkan masukan mengenai ide, visual, hingga cara menyampaikan cerita.
Festival ini juga memberikan penghargaan dalam delapan kategori, yakni Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury's Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.
- ist
Selain film pendek, pemanfaatan AI turut diperlihatkan melalui kolaborasi dengan musisi Raim Laode dalam pembuatan video musik berbasis AI untuk single “Dunia Yang Nanti”. Karya tersebut ditayangkan pada acara puncak dan diikuti sesi berbagi mengenai proses kreatif di balik pembuatannya.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi mulai masuk ke berbagai tahap produksi kreatif. Namun, perkembangan AI tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap manusia di balik karya.
Justru, ketika teknologi semakin mampu membantu proses teknis, nilai seorang kreator semakin ditentukan oleh kemampuannya menemukan gagasan, memahami konteks, menentukan arah cerita, dan mengambil keputusan kreatif.
Pada akhirnya, AI dapat memperluas kemungkinan berkarya, tetapi manusia tetap menjadi pihak yang menentukan karya itu ingin berbicara tentang apa. (udn)