Perkembangan AI Terancam Dihentikan, Bagaimana Respons Pasar?
Jakarta, tvOnenews.com - Wall street ditutup melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026), setelah kekhawatiran mengenai keamanan dan laju pengembangan kecerdasan buatan ( Ai) menekan saham perusahaan teknologi, terutama produsen cip.
Saham Nvidia turun 3,4%, sementara Broadcom, Micron Technology, dan Advanced Micro Devices (AMD) juga mengalami tekanan. Indeks PHLX Semiconductor ikut merosot tajam sekitar 5,4%.
Penurunan terjadi setelah sejumlah pimpinan perusahaan AI, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, dan Elon Musk, menyerukan perlambatan pengembangan AI karena meningkatnya risiko teknologi tersebut.
Sentimen pasar turut terbebani kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang sempat menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2023. Kenaikan yield terjadi di tengah kekhawatiran inflasi dan meningkatnya harga energi serta menjelang pertemuan Federal Reserve pekan ini. Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga.
S&P 500 turun 0,48% menjadi sekitar 7.619,98. Nasdaq Composite melemah 0,56% ke 26.186,41, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,29% menjadi 52.421,20.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan skeptis terhadap permintaan perusahaan AI agar pemerintah memperketat regulasi. Vance menilai dorongan tersebut dapat menjadi “Trojan horse”, meski ia mengakui AI memiliki risiko dan membutuhkan pengawasan.
Presiden Donald Trump juga menolak kebutuhan akan regulasi tambahan. Trump mengatakan AS telah memiliki kewenangan untuk mengawasi dan menindak perusahaan AI, serta memperingatkan bahwa perlambatan pengembangan AI dapat menguntungkan China.