news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Batik Daerah Terancam Kalah Saing Ini Cara UMKM Bertahan dan Menarik Minat Generasi Muda.
Sumber :
  • ist

Batik Daerah Terancam Kalah Saing? Ini Cara UMKM Bertahan dan Menarik Minat Generasi Muda

Batik daerah menyimpan nilai sejarah sekaligus peluang ekonomi. Regenerasi perajin, akses modal, pelatihan, dan perluasan pasar dibutuhkan agar UMKM batik mampu
Sabtu, 19 September 2026 - 23:51 WIB
Reporter:
Editor :

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti potensi Kendal yang mencakup pariwisata bahari, wisata religi, kerajinan batik, dan seni pertunjukan tradisional. Berbagai potensi itu dapat saling mendukung apabila dikembangkan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat setempat.

Menjaga Akar Budaya Sambil Membuka Peluang bagi Generasi Muda

Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan keluarga, komunitas, perajin, pelaku seni, lembaga pendidikan, dan generasi muda. Peran masing-masing tidak harus sama, tetapi dapat saling melengkapi: perajin menjaga keterampilan, komunitas merawat tradisi, sementara generasi muda membantu memperluas cara budaya diperkenalkan kepada publik.

Ibas mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan akar budaya melalui ungkapan Jawa, “Ojo Pedot Oyot”, yang berarti jangan sampai memutus akar. “Nek ora awake dhewe sing nguri-uri, sopo meneh,” ujarnya, mengajak masyarakat mengambil tanggung jawab dalam melestarikan kebudayaan sendiri.

Pesan tersebut relevan ketika produk tradisional berhadapan dengan perubahan tren. Inovasi tetap diperlukan, tetapi pengembangan produk sebaiknya tidak memutus hubungan dengan sejarah dan identitas daerah. Anak muda dapat mengambil peran melalui pengembangan desain, dokumentasi cerita perajin, promosi digital, hingga penciptaan produk turunan yang tetap menghargai karakter batik setempat.

Kegiatan budaya lintas daerah juga dapat memperluas ruang apresiasi. Dalam acara di Kaliwungu, penampilan seni tradisional Warok Suro dari Mranggen menunjukkan bagaimana kesenian dari satu wilayah dapat dikenal oleh masyarakat di wilayah lain. 

Pertukaran semacam ini membuka peluang bagi tradisi lokal untuk terus hidup melalui perjumpaan antarkomunitas. Hadir bersama sejumlah anggota legislatif, di antaranya Rinto Subekti, Raja Faisal, Basuki, dan Arif. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi serta penyampaian aspirasi masyarakat. Komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat perlu berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang pemilihan umum.

Ia turut mengutip prinsip 'khairunnas anfa’uhum linnas', yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Prinsip itu, menurutnya, dapat diterapkan melalui kepedulian sosial, kegiatan ekonomi, dan pelestarian budaya.

Pada akhirnya, upaya menjaga batik daerah membutuhkan lebih dari sekadar seruan untuk mencintai produk lokal. Regenerasi perajin, peningkatan kualitas, akses modal, keterampilan usaha, dan perluasan pasar perlu berjalan beriringan. 

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral