- Gambar ilustrasi AI
Indonesia Bidik Investasi Teknologi Global untuk Bangun Industri Masa Depan
Partisipasi perusahaan teknologi global seperti Arm, Airbus, IBM, Thales, dan AWS juga membuka ruang pembahasan mengenai peluang kerja sama teknologi. Sementara itu, perusahaan dan organisasi nasional, termasuk PAL, Len, GoTo, serta KADIN Indonesia, turut masuk dalam ekosistem peserta industri yang disebutkan penyelenggara.
Pertemuan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan investasi dengan kapasitas riset, kebijakan, dan kemampuan produksi. Namun, dampak akhirnya akan bergantung pada tindak lanjut serta bentuk kerja sama yang benar-benar terealisasi.
Enam Sektor Strategis Jadi Sasaran, Hasil Forum Ditentukan Proyek Nyata
Dalam DTIIF 2026, jajaran direksi Danantara Indonesia dijadwalkan memaparkan portofolio serta peluang investasi di enam sektor strategis. Sektor tersebut mencakup energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; keuangan dan perbankan; serta kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, dan telekomunikasi.
Cakupan tersebut menunjukkan bahwa agenda investasi yang ditawarkan tidak terbatas pada satu industri. Pengembangan teknologi juga berpotensi berkaitan dengan ketahanan energi dan pangan, sistem transportasi, layanan keuangan, serta infrastruktur digital yang mendukung aktivitas ekonomi.
Sigit mengatakan pembahasan dalam forum diarahkan untuk mempercepat penggunaan teknologi dan inovasi dalam proses industrialisasi nasional.
“Pembahasan nantinya diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam mendukung industrialisasi nasional,” kata Sigit.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan forum tidak semestinya berhenti pada pertukaran gagasan atau pertemuan antara investor dan pelaku industri. Menurutnya, tindak lanjut berupa kemitraan dan proyek investasi menjadi bagian penting untuk menilai hasil kegiatan.
- Antara
“Keberhasilan DTIIF yang sesungguhnya diukur dari apa yang terbangun setelah forum berakhir. Setiap kemitraan, MoU, dan pipeline proyek dari forum ini akan terus ditindaklanjuti, sehingga komitmen yang tercapai dapat menghasilkan proyek berdampak nyata.”
Pada akhirnya, tantangan Indonesia bukan semata-mata mendatangkan investor asing, melainkan memastikan investasi tersebut memperkuat kemampuan industri di dalam negeri. Penguasaan teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan riset, dan penciptaan produk bernilai tambah menjadi aspek yang perlu berjalan beriringan.
DTIIF 2026 menawarkan ruang untuk mempertemukan modal, pengetahuan, dan peluang pasar. Ukuran keberhasilannya akan terlihat dari sejauh mana pertemuan tersebut berkembang menjadi investasi konkret, memperkuat kapasitas industri nasional, dan membantu Indonesia bergerak dari sekadar pemilik sumber daya menjadi produsen teknologi serta produk bernilai tambah. (udn)