- Istimewa
Pemerintah Dinilai Perlu Perkuat Infrastruktur dan Insentif Kendaraan Listrik Komersial
Pemanfaatan teknologi telematik dapat membantu perusahaan memantau perilaku kendaraan selama beroperasi. Namun, efektivitas teknologi tersebut tetap bergantung pada kemampuan pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan secara benar dan disiplin.
“Secanggih apa pun kendaraannya dan infrastrukturnya, semuanya akan sia-sia jika operator tidak memahami cara penggunaan kendaraan dan tidak disiplin. Kendaraan listrik membutuhkan pengemudi yang mampu membaca kondisi kendaraan agar efisiensi dan keselamatan tetap terjaga,” ujarnya.
Aspek perlindungan risiko juga menjadi perhatian dalam peralihan kendaraan komersial menuju tenaga listrik. Netty menilai industri asuransi perlu menyesuaikan cakupan perlindungan dengan perkembangan teknologi, terutama karena baterai merupakan salah satu komponen kendaraan listrik yang memiliki nilai tinggi.
Perlindungan terhadap komponen tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam mengelola risiko operasional dan investasi kendaraan listrik.
Sementara itu, pakar teknologi truk Justinus Ade Sanjaya mengatakan, perubahan teknologi di sektor transportasi turut mengubah kebutuhan perusahaan terhadap penyedia kendaraan.
Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan dukungan yang tidak hanya berkaitan dengan pengadaan kendaraan, tetapi juga kesiapan operasional dan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi.
“Pelanggan membutuhkan mitra yang memahami bisnis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan peralatan hingga kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan keberlanjutan,” kata Justinus.
Isu elektrifikasi kendaraan komersial tersebut turut mengemuka dalam Mining Expo 2026, yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam pameran tersebut, PT Indotruck Utama bersama Volvo memperkenalkan Volvo FMX Edge serta sejumlah solusi kendaraan untuk sektor pertambangan, konstruksi, dan logistik.
Perkembangan teknologi kendaraan komersial menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan industri seiring meningkatnya perhatian terhadap efisiensi operasional dan pengurangan emisi. Penerapannya di lapangan tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, pembiayaan, sumber daya manusia, serta kebijakan yang mendukung kebutuhan operasional sektor terkait.