news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Di Tengah Perubahan Zaman, Bisakah Generasi Muda Menjaga Warisan Budaya Nusantara Tetap Hidup?.
Sumber :
  • ist

Di Tengah Perubahan Zaman, Bisakah Generasi Muda Menjaga Warisan Budaya Nusantara Tetap Hidup?

Warisan budaya tidak selalu hilang karena ditinggalkan. Di tengah perubahan zaman, bagaimana festival budaya menjaga tradisi dan mengenalkan warisan Nusantara kepada generasi muda?
Minggu, 27 September 2026 - 23:40 WIB
Reporter:
Editor :

Mahendra menilai pertemuan seluruh provinsi dalam satu acara menjadi terobosan karena penyelenggaraan festival budaya biasanya hanya melibatkan sebagian daerah.

“Biasanya hanya sebagian provinsi yang tampil. Sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini juga mendidik, karena membiasakan masyarakat menyaksikan keragaman Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyoroti salah satu fungsi festival budaya, yakni memperluas pengalaman masyarakat dalam mengenali keberagaman. 

Bagi generasi muda, perjumpaan langsung dengan kesenian daerah dapat menjadi pengalaman belajar di luar ruang kelas, terutama ketika pertunjukan disertai penjelasan mengenai sejarah, filosofi, dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Tantangan Pelestarian Budaya di Tengah Perubahan Zaman

Mengenalkan budaya kepada masyarakat merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan dan keterampilan tersebut terus diwariskan ketika pola kehidupan berubah dan generasi muda memiliki beragam pilihan hiburan serta sumber informasi.

Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah daerah, hingga para pelaku seni. Festival dapat menjadi ruang pertemuan, tetapi keberlanjutan tradisi juga bergantung pada kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung dari seniman, maestro, perajin, dan masyarakat pemilik tradisi.

Gagasan FNK muncul dari keinginannya untuk berterima kasih kepada Indonesia. Ia mengaku berasal dari Pakistan dan telah tinggal di Indonesia selama 18 tahun bersama keluarganya.

“Saya berasal dari Pakistan, tetapi sudah 18 tahun tinggal di Indonesia. Saya dan keluarga merasa berutang budi kepada negeri ini. Itulah alasan kami menggagas Festival Negeri Kami,” ujar Pendiri sekaligus Global Head International Creatives Exchange, Atta Ul Karim.

Menurutnya, gagasan festival tersebut berawal dari diskusi bersama tim sekitar delapan bulan sebelum penyelenggaraan. Luasnya kekayaan budaya Indonesia sempat menjadi tantangan dalam menentukan konsep kegiatan.

“Budaya Indonesia sangat banyak, sampai kami sempat bingung harus membuat acara seperti apa. Akhirnya saya memutuskan: saya ingin mengumpulkan 38 provinsi Indonesia di satu tempat. Hari ini, alhamdulillah, cita-cita itu tercapai,” tuturnya.

Atta juga menekankan bahwa penyelenggaraan kegiatan budaya perlu berangkat dari komitmen untuk menghidupkan kebudayaan, bukan semata-mata kepentingan pribadi atau lembaga.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral