- Antara
Bukan Lagi Sekadar Aplikasi Taksi, Kini Jadi Mobility Assistant dengan 3 Fitur Baru
tvOnenews.com - Perkembangan teknologi membuat fungsi aplikasi di ponsel berubah sangat cepat. Jika dahulu aplikasi transportasi hanya dipakai untuk memesan kendaraan, kini pengguna mulai mengharapkan lebih banyak hal: pilihan layanan yang sesuai kebutuhan, informasi perjalanan yang lebih lengkap, hingga fleksibilitas dalam menentukan cara bepergian.
Perubahan tersebut tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat mobile. Aplikasi bukan lagi sekadar alat untuk melakukan transaksi, tetapi mulai berperan sebagai penghubung berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem digital. Pengguna ingin proses yang lebih sederhana tanpa harus berpindah-pindah platform.
Di tengah perubahan itu, aplikasi mobilitas juga bergerak menuju konsep mobility assistant. Artinya, teknologi tidak hanya membantu seseorang mendapatkan kendaraan, tetapi juga membantu menentukan pilihan perjalanan berdasarkan situasi, waktu, dan kebutuhan.
Dari aplikasi pemesanan menjadi platform mobilitas
Perubahan cara masyarakat menggunakan teknologi ikut mendorong perusahaan transportasi mengembangkan layanan digitalnya. Berdasarkan studi yang dikutip perusahaan, 84 persen konsumen Indonesia memilih personalized offers, sementara 65 persen memilih menerima penawaran tersebut melalui aplikasi mobile.
Data tersebut berasal dari *ASEAN Consumer Sentiment Study 2024* yang dilakukan UOB dan BCG. Angka tersebut menunjukkan bahwa personalisasi menjadi salah satu aspek yang semakin penting dalam pengalaman digital.
Dalam konteks mobilitas, personalisasi tidak selalu berarti memberikan promosi yang berbeda kepada setiap pengguna. Lebih luas dari itu, teknologi dapat digunakan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.
Transformasi digital Bluebird sendiri bukan hal baru. Perusahaan telah memulai perjalanan digital sejak 2011 melalui Taxi Mobile Reservation berbasis perangkat BlackBerry. Perkembangannya kemudian bergerak menuju sistem yang memungkinkan pengguna mengakses lebih banyak kebutuhan mobilitas melalui perangkat digital.
Menurut Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, teknologi menjadi sarana untuk mengikuti perubahan perilaku masyarakat, tetapi kebutuhan mobilitas tetap menjadi titik awal pengembangan.
“Teknologi memberi kami cara baru untuk mengikuti bagaimana masyarakat bergerak, tetapi memahami kebutuhan mobilitas akan selalu menjadi titik awal kami. Dengan mendengarkan pelanggan, kami terus mengembangkan teknologi sebagai penghubung berbagai pilihan mobilitas. Sebagai perusahaan mobilitas, Bluebird Group menghadikan MyBluebird menjadi salah satu kanal digital untuk mengakses dan memesan berbagai pilihan layanan,” kata Andre, seperti dikutip dari ANTARA.