- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Hari Kesaktian Pancasila, Ray Rangkuti Singgung Korupsi hingga Penangkapan yang Sembrono: ‘Kita Senang dengan Slogan’
Soroti Penangkapan Warga dan Persoalan HAM
Catatan mengenai penanganan demonstrasi pada Agustus 2026 datang dari sejumlah pihak dengan angka yang berbeda. Polda Metro Jaya menyebut 322 orang diamankan terkait kerusuhan setelah aksi 27 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, polisi menyatakan sebagian telah dipulangkan dan sebagian lainnya diproses sebagai tersangka.
Sementara itu, kelompok masyarakat sipil mencatat angka yang berbeda. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), misalnya, menyebut 387 orang ditangkap dalam rangkaian aksi tersebut. Amnesty International Indonesia juga menyoroti dugaan penangkapan secara acak dan sewenang-wenang. Perbedaan data ini menunjukkan bahwa angka dan penilaian mengenai penanganan aksi berasal dari sumber yang berbeda.
Dalam konteks pernyataan Ray, persoalan utamanya adalah bagaimana tindakan aparat tetap memperhatikan prinsip penghormatan terhadap kemanusiaan.
“Artinya ada penangkapan yang sembrono. Dan itu sebetulnya ya mengganggu ya, pasal ayat kedua dari Pancasila kita itu soal kemanusiaan itu,” tuturnya.
Ray juga menghubungkan penerapan Pancasila dengan sila keempat, terutama mengenai demokrasi. Menurutnya, demokrasi merupakan bagian penting dari kehidupan bernegara dan harus diwujudkan dalam praktik.
“Pasal keempat itu bagi saya itu pesan penting demokrasi untuk ditegakkan,” kata Ray.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Ray, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai identitas negara. Nilai-nilainya juga berkaitan dengan bagaimana negara menjalankan kekuasaan dan bagaimana masyarakat mendapatkan ruang untuk berpendapat.
- Rizki Amana
Ray: Pancasila Harus Terlihat dalam Kehidupan Rakyat
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, juga menjadi perhatian Ray. Ia menilai persoalan keadilan sosial masih menjadi tantangan besar.
“Yang kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia kita yang hingga hari ini sangat sulit untuk kita capai karena yang terjadi itu adil bagi para pejabat, ya kan, makmur bagi para pejabat, dan susah bagi rakyat,” katanya.
Pada bagian akhir pernyataannya, Ray kembali menekankan agar peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi pengulangan slogan.
“Mari sama-sama kita buktikan bahwa Pancasila sakti itu untuk mewujudkan lima pasal,” ujar Ray.
Ia menyebut sejumlah bentuk penerapannya, mulai dari pejabat yang tidak korupsi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, menjaga persatuan, menegakkan demokrasi, hingga mewujudkan keadilan sosial.