news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bukan Sekadar Chatbot, AI Mulai Buka Akses Pendidikan untuk 1.500 Pelajar di Wilayah 3T.
Sumber :
  • Ilustrasi

Bukan Sekadar Chatbot, AI Mulai Buka Akses Pendidikan untuk 1.500 Pelajar di Wilayah 3T

Pemanfaatan AI dalam pendidikan bukan sekadar chatbot. Begini pendekatan pembelajaran personal dan inklusif untuk pelajar di wilayah 3T Indonesia.
Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kecerdasan buatan atau AI mulai mengubah cara siswa belajar di berbagai negara. Namun, pertanyaan yang lebih penting bukan lagi apakah AI bisa menjawab soal, melainkan apakah teknologi tersebut benar-benar membantu siswa belajar. 

Di tengah semakin mudahnya akses terhadap chatbot, dunia pendidikan justru menghadapi tantangan baru: bagaimana memastikan AI tidak hanya menjadi mesin pemberi jawaban.

Fenomena itu terlihat di negara-negara maju. Data PISA 2025 yang dirilis OECD menunjukkan 46 persen siswa di negara-negara OECD menggunakan chatbot AI setidaknya setiap minggu untuk membantu belajar. 

Namun, OECD juga menemukan bahwa penggunaan AI secara intensif tidak otomatis menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Penggunaan AI secara terarah dan moderat justru memiliki hubungan yang berbeda dengan capaian belajar dibanding penggunaan yang sekadar untuk menyelesaikan tugas.

Eksperimen di Amerika Serikat memberikan gambaran yang lebih konkret. Penelitian National Bureau of Economic Research (NBER) pada 2026 terhadap siswa di 18 sekolah menengah Tennessee menemukan bahwa penggunaan Khanmigo, tutor AI dari Khan Academy yang dirancang untuk membimbing siswa alih-alih memberikan jawaban langsung, meningkatkan capaian matematika sekitar 0,06-0,08 standar deviasi dalam satu tahun. 

Namun, penelitian itu juga menemukan persoalan penting: akses terhadap AI saja belum cukup. Tantangan besarnya justru membuat siswa benar-benar menggunakan teknologi tersebut secara aktif.

AI Pendidikan Bukan Sekadar Mesin untuk Menjawab Soal

Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan cara pandang terhadap AI dalam pendidikan. Teknologi seharusnya tidak hanya digunakan untuk menghasilkan jawaban instan, tetapi menjadi pendamping yang membantu siswa memahami materi, menemukan kesalahan, berlatih, dan membangun kemampuan belajar secara mandiri.

Singapura menjadi salah satu contoh menarik. Pemerintahnya mengembangkan Student Learning Space (SLS), platform pembelajaran nasional yang dilengkapi sejumlah fitur berbasis AI. Salah satunya adalah Adaptive Learning System yang menggunakan machine learning untuk menyesuaikan jalur pembelajaran berdasarkan kemampuan dan perkembangan masing-masing siswa.

Sistem tersebut dapat memberikan rekomendasi materi, latihan, serta umpan balik sesuai tingkat pemahaman siswa. Jika jawaban salah, sistem dapat memberikan petunjuk atau penjelasan sebelum siswa mencoba kembali. Guru tetap berada dalam sistem karena umpan balik AI dapat diperiksa dan disesuaikan oleh pengajar.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral