- Antara
Sebelum Suyudi Ario Seto, Ini Daftar 25 Kapolri yang Pernah Pimpin Polri dari Masa ke Masa: Nomor 5 Hoegeng Iman Santoso
tvOnenews.com - Sebelum nama Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto berada di pucuk pimpinan Korps Bhayangkara, posisi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melewati perjalanan panjang.
Ada 25 nama yang lebih dulu dipercaya memimpin institusi kepolisian, sejak era awal berdirinya Polri pada 1945 hingga kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo.
Daftar tersebut dimulai dari Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang menjabat sejak 29 September 1945. Setelahnya, tongkat komando berpindah dari satu jenderal ke jenderal lainnya, melewati berbagai periode sejarah Indonesia.
Nama-nama seperti Hoegeng Imam Santoso, Awaluddin Djamin, Anton Soedjarwo, Sutanto, Tito Karnavian hingga Listyo Sigit Prabowo menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut.
Kini, setelah DPR RI menyetujui pengangkatannya dan Presiden Prabowo Subianto melantiknya pada Kamis, 1 Oktober 2026, Suyudi Ario Seto tercatat sebagai Kapolri ke-26. Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin Polri sejak Januari 2021.
25 Kapolri Sebelum Suyudi Ario Seto
Berdasarkan daftar resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia, berikut 25 Kapolri yang pernah memimpin Polri sebelum Suyudi:
1. Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo — 29 September 1945–14 Desember 1959
2. Soekarno Djojonegoro — 14 Desember 1959–30 Desember 1963
3. Soetjipto Danoekoesoemo — 30 Desember 1963–8 Mei 1965
4. Soetjipto Joedodihardjo — 9 Mei 1965–15 Mei 1968
5. Hoegeng Imam Santoso — 15 Mei 1968–2 Oktober 1971
6. Mohamad Hasan — 2 Oktober 1971–24 Juni 1974
7. Widodo Budidarmo — 26 Juni 1974–25 September 1978
8. Awaluddin Djamin — 26 September 1978–3 Desember 1982
9. Anton Soedjarwo — 4 Desember 1982–6 Juni 1986
10. Mochammad Sanoesi — 7 Juni 1986–19 Februari 1991
11. Kunarto — 20 Februari 1991–5 April 1993
12. Banurusman Astrosemitro — 6 April 1993–14 Maret 1996
13. Dibyo Widodo — 15 Maret 1996–28 Juni 1998
14. Roesmanhadi — 29 Juni 1998–3 Januari 2000
15. Roesdihardjo — 4 Januari 2000–22 September 2000
16. Surojo Bimantoro — 23 September 2000–21 Juni 2001
17. Da'i Bachtiar — 29 November 2001–7 Juli 2005
18. Sutanto — 8 Juli 2005–30 September 2008
19. Bambang Hendarso Danuri — 1 Oktober 2008–22 Oktober 2010
20. Timur Pradopo — 22 Oktober 2010–25 Oktober 2013
21. Sutarman — 25 Oktober 2013–16 Januari 2015
22. Badrodin Haiti — 17 April 2015–14 Juli 2016
23. Tito Karnavian — 14 Juli 2016–23 Oktober 2019
24. Idham Azis — 1 November 2019–27 Januari 2021
25. Listyo Sigit Prabowo — 27 Januari 2021–1 Oktober 2026
Catatan: daftar resmi Polri mencatat tanggal mulai dan berakhir jabatan tersebut. Terdapat sejumlah jeda tanggal dalam pergantian beberapa Kapolri, sehingga daftar periode di atas mengikuti pencatatan resmi Polri, bukan pembulatan berdasarkan tahun.
Profil Dari Suyudi Ario Seto: Reserse hingga Kepala BNN
Suyudi Ario Seto memasuki pucuk pimpinan Polri setelah menempuh perjalanan panjang di institusi tersebut. Lulusan Akabri yang kini menjadi Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Ia satu angkatan dengan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri.
Kariernya dimulai dari bawah. Setelah lulus Akpol, Suyudi menjalani sejumlah penugasan, termasuk Pama Pus Brimob pada 1995 dan Daton I KI 5119 pada 1996. Perjalanan kariernya kemudian banyak bersinggungan dengan wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ia pernah menjadi Kapolsek Pasar Minggu pada 2004, Kapolsek Metro Tanah Abang pada 2012, serta Kapolsek Metro Penjaringan pada 2013. Setelah itu, ia dipercaya memimpin Polres Majalengka pada 2014–2015, kemudian Kapolres Bogor Kabupaten pada 2015–2016 dan Kapolresta Bogor pada 2016–2017.
Pada 2017, Suyudi masuk ke lingkungan Bareskrim Polri dan pernah menduduki posisi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber. Dua tahun kemudian, ia kembali ke Polda Metro Jaya untuk memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum.
Kariernya terus menanjak. Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 27 Maret 2023 hingga 26 Juni 2024, kemudian Kapolda Banten pada 26 Juni 2024 sampai 5 Agustus 2025. Setelah itu, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025.
Di bidang pendidikan, Suyudi menyelesaikan pendidikan PTIK pada 2003 dan Sespimti pada 2018. Ia juga menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian, Sarjana Hukum, dan Magister Sains. Pada 31 Januari 2026, ia memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara.
Dari Pengungkapan Dua Ton Sabu ke Kursi Kapolri
Nama Suyudi kembali menjadi sorotan ketika memimpin BNN. Pada Desember 2025, BNN bersama sejumlah lembaga terkait berhasil mengamankan Dewi Astutik alias Mami di Kamboja. Ia disebut sebagai aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang sebelumnya berhasil digagalkan pada Mei 2025.
Dalam keterangan BNN, operasi pengejaran internasional tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Suyudi sebagai Kepala BNN. Keberhasilan itu menjadi salah satu kasus besar yang ditangani BNN selama masa kepemimpinannya.
Pada 1 Oktober 2026, perjalanan tersebut berlanjut ke jabatan tertinggi di Polri. Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri secara aklamasi setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Persetujuan kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI dan disahkan pada hari yang sama.
Dalam pemaparannya di hadapan Komisi III, Suyudi mengusung visi “Polri Bersama Masyarakat”. Ia menyatakan transformasi Polri bukan berarti menghapus seluruh kebijakan sebelumnya, melainkan melanjutkan hal yang dinilai bermanfaat dan memperbaiki bagian yang belum optimal.
Ia juga menyoroti fenomena no viral, no justice. Menurut Suyudi, laporan masyarakat semestinya diproses berdasarkan hukum tanpa harus menunggu perkara tersebut menjadi viral. Ia menawarkan enam prioritas, antara lain penguatan kelembagaan, pembenahan SDM dan rekrutmen, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, serta akuntabilitas anggaran.
Suyudi juga menyampaikan program 100 hari pertama yang dibagi menjadi tiga tahap: 30 hari pertama untuk memetakan kondisi aktual, hari ke-31 hingga ke-60 untuk menguji perbaikan, dan hari ke-61 hingga ke-100 untuk melihat hasil sekaligus melakukan koreksi.
“Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier, jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab,” tegas Suyudi dalam pemaparannya di hadapan Komisi III DPR RI.
Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 1 Oktober 2026, Suyudi resmi menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Dengan demikian, nama Suyudi Ario Seto kini menjadi bagian terbaru dari sejarah panjang kepemimpinan Polri yang telah berlangsung sejak Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo memimpin institusi tersebut pada 1945. (udn)