- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Kawasan Wisata Alam di Bogor Kembali Ditinjau, Ini Temuan dan Evaluasi Soal Lingkungan
“Masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.
Ruang Evaluasi dan Kolaborasi
Dari sisi pengelola, keterlibatan banyak pihak disebut sebagai bagian dari pendekatan Pentahelix yang digunakan dalam pengelolaan kawasan. Konsep tersebut menempatkan kolaborasi berbagai unsur sebagai bagian dari proses evaluasi dan pengembangan.
“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan berbasis alam membutuhkan proses yang dinamis. Kondisi lingkungan dapat berubah, sementara kegiatan manusia juga terus berkembang. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan secara berkala dan tidak hanya mengandalkan kondisi pada saat dokumen perencanaan atau perizinan disusun.
Keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian dari proses untuk terus belajar dan memperkuat perhatian terhadap alam, budaya, masyarakat, serta keberlanjutan kawasan.
“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.
Pada akhirnya, kunjungan WALHI Jawa Barat tidak hanya menjadi agenda peninjauan, tetapi juga menjadi bagian dari proses mengevaluasi bagaimana sebuah kawasan berbasis alam dikelola setelah mendapatkan berbagai masukan.
Dari peninjauan langsung tersebut, WALHI Jabar menyatakan bahwa masukan, kritik, dan saran yang sebelumnya disampaikan telah ditindaklanjuti oleh EIGER Nature. Meski demikian, WALHI menegaskan bahwa komitmen lingkungan perlu dijaga secara konsisten dalam jangka panjang agar pengelolaan kawasan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga terus memperhatikan kondisi alam dan kepentingan masyarakat. (udn)