news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah.
Sumber :
  • ist

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:31 WIB
Reporter:
Editor :

Sementara di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pembinaan diarahkan pada pengembangan keterampilan melalui pelatihan batik ecoprint. Teknik tersebut memberikan pengetahuan baru sekaligus membuka ruang bagi perajin untuk mengeksplorasi bentuk dan metode produksi.

Dari Batik Tradisional hingga Teknik Ecoprint

Penguatan keterampilan juga dilakukan PNM di Desa Gandusari, Magelang. Di wilayah tersebut, PNM membentuk kampung binaan batik yang dilengkapi tempat pelatihan serta peralatan untuk mendukung proses produksi.

Para nasabah mendapatkan pelatihan dari trainer sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan dari teknik batik tradisional menuju ecoprint. Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pewarnaan untuk membantu menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

Menariknya, fasilitas yang tersedia di kampung binaan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi nasabah PNM. Masyarakat sekitar yang ingin belajar dan mengembangkan keterampilan membatik juga dapat memanfaatkannya.

Dengan pola seperti ini, program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian pelatihan satu kali. Infrastruktur dan pengetahuan yang tersedia diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang bisa digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Bagi pelaku usaha kecil, pengembangan keterampilan menjadi salah satu bagian penting agar produk batik dapat mengikuti kebutuhan pasar tanpa kehilangan karakter tradisionalnya. Perpaduan antara teknik lama dan eksplorasi teknik baru juga memberikan kesempatan bagi pembatik untuk menghasilkan produk yang lebih beragam.

Gotong Royong Jadi Cara Menjaga Batik Tetap Hidup

Program klasterisasi juga dirancang untuk membangun pola pembinaan berbasis kelompok. Para pembatik dapat memanfaatkan fasilitas secara bersama, bertukar pengetahuan, dan saling membantu ketika menghadapi kendala dalam proses produksi maupun pengembangan usaha.

"Lewat klaster, para pembatik tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Mereka belajar bersama, memakai fasilitas bersama, dan saling membantu kalau ada kesulitan. Semangat gotong royong seperti inilah yang kami terapkan dalam pembinaan nasabah PNM secara berkelompok, karena kami yakin usaha yang dijalani bersama akan lebih mudah berkembang," tambah Kindaris.

Bagi PNM, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaku usaha sekaligus menjaga keberlangsungan batik sebagai warisan budaya. Pemberdayaan diarahkan agar para pembatik memiliki keterampilan dan kapasitas usaha yang terus berkembang.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral