- ist
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah
Momentum Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober menjadi pengingat bahwa batik Indonesia telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Namun, keberadaan pengakuan tersebut juga berjalan beriringan dengan tantangan untuk memastikan tradisi membatik tetap hidup di tengah masyarakat.
Karena itu, pelestarian batik tidak hanya dilakukan dengan menjaga motif, kain, dan teknik membatik. Di baliknya ada kebutuhan untuk menjaga keberlangsungan para perajin yang menjadi bagian utama dari ekosistem tersebut.
Melalui klasterisasi, pelatihan, fasilitas, pembiayaan, dan pendampingan, PNM menempatkan pembatik sebagai bagian penting dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat usaha masyarakat. Bagi para pembatik, keberlanjutan tradisi pada akhirnya juga berkaitan dengan kemampuan untuk terus berkarya dan membuat usaha mereka tetap tumbuh. (udn)