- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Kabar Bahagia untuk Warga Jabar di Jakarta, Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Berobat Kelas 3 Dijamin Pemerintah
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa masyarakat Jabar yang berada di Jakarta tidak perlu khawatir ketika mengalami sakit.
Mereka dapat mendatangi rumah sakit yang telah masuk dalam jaringan kerja sama tanpa harus terlebih dahulu kembali ke daerah asal.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan warganya tetap dapat memperoleh pengobatan di sejumlah rumah sakit di luar daerah melalui kerja sama antarpemerintah daerah.
- Bapenda Jabar
Kerja sama tersebut dijalankan Pemprov Jabar bersama 27 pemerintah kabupaten dan kota.
Secara keseluruhan, jaringan tersebut melibatkan lebih dari 100 rumah sakit yang tersebar di Jawa Barat maupun sejumlah daerah di luar provinsi.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah terbukanya akses bagi warga Jawa Barat yang sedang berada di Jakarta.
Mereka tidak harus menunggu hingga kembali ke kampung halaman apabila membutuhkan perawatan medis.
Dedi menyebut sejumlah rumah sakit rujukan di Jakarta telah masuk dalam jaringan kerja sama tersebut.
- ANTARA/Ricky Prayoga
Fasilitas kesehatan yang disebut antara lain RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, serta RSPAD.
Selain rumah sakit di Jakarta, jaringan tersebut juga mencakup fasilitas kesehatan lain di Jawa Barat, seperti RS Mata Cicendo, rumah sakit jiwa, hingga RS Paru Cisarua.
Dengan adanya kerja sama tersebut, masyarakat memiliki pilihan lebih luas ketika membutuhkan layanan kesehatan tertentu.
Terlebih, beberapa pasien memang membutuhkan penanganan di rumah sakit yang memiliki fasilitas dan kompetensi medis lebih spesifik.
Dedi menjelaskan bahwa masyarakat yang mendapatkan layanan melalui rumah sakit yang telah bekerja sama dapat memperoleh jaminan pembiayaan sesuai ketentuan dalam skema kerja sama.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel.
Salah satu ketentuan yang disampaikan Dedi berkaitan dengan layanan perawatan kelas 3.
"Nanti berobat ke seluruh rumah sakit ini asal di kelas 3. Dijamin pembayarannya," ujar Dedi, dikutip dari Instagram pribadinya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa warga Jabar yang berada di Jakarta tidak perlu ragu mencari pertolongan medis ketika sakit.
Pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme pembiayaan untuk layanan yang masuk dalam cakupan kerja sama.
"Bagi warga Jabar yang di Jakarta kalau sakit tinggal datang ke rumah sakit-rumah sakit tadi, jangan ragu. Pemerintah daerah dan provinsi bertanggung jawab terhadap pengobatannya," kata Dedi.
Namun, jaminan tersebut tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme kerja sama yang berlaku, termasuk mengenai kelas perawatan.
Karena itu, masyarakat perlu memastikan rumah sakit yang dituju termasuk dalam jaringan serta mengikuti prosedur pelayanan yang telah ditetapkan.
Perluasan jaringan rumah sakit ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat bersama 27 pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut Dedi, kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis tidak selalu dapat dipenuhi oleh rumah sakit yang berada di daerah tempat tinggalnya.
Ada kondisi tertentu yang membutuhkan fasilitas, dokter, maupun kompetensi medis yang lebih khusus.
Karena itu, kerja sama lintas daerah dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan tanpa terbentur persoalan jarak maupun pembiayaan.
"Kalau sakit paru bisa diobati, jantung bisa diobati, lever bisa diobati," tutur Dedi.
Dedi menyampaikan program tersebut saat berada di Kota Depok bersama para bupati dan wali kota se-Jawa Barat.
Pertemuan itu tidak hanya membahas sektor kesehatan, tetapi juga percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta efektivitas pemerintahan.
"Hari ini saya di Kota Depok. Kami berkumpul dengan para bupati dan wali kota se-Provinsi Jawa Barat untuk melakukan percepatan langkah pembangunan infrastruktur, layanan di bidang kesehatan, layanan di bidang pendidikan, layanan percepatan pemerintahan agar efektif dalam tiga tahun ke depan," ucap Dedi.
Dengan adanya jaringan lebih dari 100 rumah sakit tersebut, Pemprov Jawa Barat berharap masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan meski sedang berada di luar daerah. (asl)