- Laman Resmi MPR RI
IPO Lintas Negara hingga Dual Listing, Peluang RI-Singapura Ini Bisa Buka Akses Modal Global bagi Perusahaan Indonesia
Dari pihak SGX, Senior Vice President SGX RegCo, John Lim, menilai terdapat peluang untuk memperkuat konektivitas sumber modal di kawasan melalui akses lintas batas, produk investasi regional, serta peningkatan transparansi dan integritas pasar.
John juga menyoroti potensi pengembangan ETF yang menghimpun perusahaan dari berbagai negara atau sektor di Asia Tenggara. Dalam konteks tersebut, konektivitas pasar diharapkan dapat mempermudah investor menjangkau peluang regional sekaligus memperluas pilihan pendanaan bagi perusahaan.
Bagi Indonesia, peluang ini relevan untuk perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan dan membutuhkan modal bagi ekspansi. Meski demikian, manfaatnya perlu dinilai secara realistis dengan mempertimbangkan kesiapan perusahaan, likuiditas saham, struktur biaya, risiko valuta asing, dan perbedaan regulasi.
Tata Kelola, Startup, dan Kepercayaan Investor Jadi Penentu
Akses terhadap modal internasional tidak akan optimal tanpa kepercayaan investor. Dalam diskusi tersebut, Ibas menekankan pentingnya kepastian hukum, stabilitas, disiplin pasar, dan tata kelola yang baik sebagai fondasi pengembangan pasar modal.
“Kepercayaan adalah salah satu modal terpenting dalam pasar keuangan. Investor membutuhkan informasi yang akurat, tata kelola yang baik, kepastian hukum, dan keyakinan bahwa aturan diterapkan secara konsisten. Karena itu, penguatan sistem pengawasan, disiplin pasar, dan integritas pelaku pasar harus menjadi perhatian bersama,” tegas Ibas.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap perantara pedagang efek, pencegahan praktik yang merugikan investor, serta peningkatan kualitas informasi perusahaan.
Menurutnya, kekuatan pasar modal tidak semata-mata ditentukan oleh nilai transaksi atau pergerakan indeks, tetapi juga oleh kualitas perusahaan tercatat, perlindungan investor, dan kemampuan menyalurkan modal ke sektor produktif.
Dalam pertemuan itu, Anggota MPR RI Hillary Brigita Lasut turut menyoroti tantangan menjaga kepercayaan pasar di tengah penguatan regulasi. Ia menekankan perlunya membedakan tindakan pelanggaran (misconduct) dari keputusan bisnis yang diambil dengan itikad baik. Hillary juga menggali pengalaman SGX mengenai kriteria perusahaan dalam skema percepatan serta peluang memperluas akses startup Indonesia terhadap ekosistem pendanaan Singapura.
Sementara itu, Founder sekaligus CIO Stockwise, Andry Hakim, melihat peluang memperdalam kemitraan kedua negara melalui tiga prioritas: memperluas akses investasi lintas batas, memperkuat transparansi dan integritas pasar, serta mengembangkan produk investasi yang mencerminkan kebutuhan masa depan kawasan, termasuk infrastruktur, jasa keuangan, konektivitas digital, dan transisi energi.