news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Demi Usut Tuntas Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Geledah Delapan Lokasi Strategis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak cepat membongkar secara utuh dugaan skandal korupsi penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di BNPB, Jak-
Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak cepat membongkar secara utuh dugaan skandal korupsi penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa tim penyidik telah menggelar serangkaian penggeledahan maraton sejak Kamis (15/10/2026) hingga Senin (19/10/2026) di delapan lokasi berbeda.

"Penyidik KPK melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan di delapan lokasi, mencakup rumah hingga perkantoran di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi, termasuk Kantor BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur," ujar Budi di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

KPK sita barang bukti Rp5,47 miliar terkait korupsi dana BNPB, Jumat (16/10/2026).
Sumber :
  • ANTARA

Sebelumnya, Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membeberkan konstruksi perkara korupsi DSP kebencanaan BNPB yang terbagi dalam dua klaster utama.

Pertama, klaster konflik kepentingan senilai Rp148 Miliar. BNPB bermitra dengan sejumlah vendor penyedia barang/jasa melalui metode penunjukan langsung periode 2024–2025.

Perusahaan-perusahaan penyedia tersebut diduga kuat terafiliasi dengan tersangka Bima Setiawan (BMS) selaku Tenaga Ahli Kepala BNPB sekaligus adik dari mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Kedua, klaster suap. Selain konflik kepentingan, sejumlah oknum pejabat di lingkungan BNPB diduga menerima suap aliran dana terkait proyek pengadaan yang bersumber dari DSP.

Taufik menambahkan, dana DSP yang mengalir ke perusahaan afiliasi BMS dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, salah satunya digunakan untuk transaksi pembelian saham PT MDLA oleh PT AVE.

Penyitaan Barang Bukti Rp5,47 Miliar Termasuk Aset Kripto

Dari rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan penggeledahan lapangan tersebut, lembaga antirasuah memamerkan deretan barang bukti bernilai fantastis yang berhasil disita dengan estimasi total mencapai Rp5,47 miliar.

Rincian aset dan uang yang diamankan penyidik meliputi:

- Uang Tunai Rupiah & Valas: Rp3,35 miliar, USD 7.500, serta SGD 9.000.

- Logam Mulia: 56 keping emas seberat 133 gram (senilai Rp315,8 juta).

- Tabungan Emas: Seberat 192 gram (senilai Rp452 juta).

- Aset Digital: Kripto senilai Rp1,10 miliar.

KPK memastikan akan terus mengusut aliran dana penyelewengan dana bencana ini hingga tuntas tanpa pandang bulu. (raa/amr)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:39
09:03
08:41
04:56
08:50
02:47

Viral