- tvOnenews/Tut Wuri Handayani
Lebih dari 306 Ribu Warga Terserang ISPA, DPN Peradah Indonesia Prihatin dan Minta Penanganan Darurat Dipercepat
tvOnenews.com – Dampak buruk kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu ledakan penyakit saluran pernapasan atau ISPA.
Data Kementerian Kesehatan RI per 18 Oktober 2026 mencatat angka akumulatif Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah karhutla telah menembus 306.309 kasus sejak Agustus 2026.
Lebih mengkhawatirkan, lonjakan kasus tersebut didominasi oleh kelompok masyarakat rentan:
- Balita (0–5 Tahun): 69.015 kasus
- Anak-anak (6–9 Tahun): 77.022 kasus
- Lanjut Usia (Lansia): 49.680 kasus
Meski terdapat indikasi perlambatan tren harian—dengan penambahan 2.778 kasus pada 17 Oktober—Yoga mengingatkan bahwa ancaman kesehatan masyarakat belum beranjak dari status siaga.
- Istimewa
Menanggapi hal itu Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN Peradah Indonesia) menyuarakan keprihatinan mendalam atas musibah yang masih mengepung sejumlah wilayah di Indonesia.
Ketua Umum DPN Peradah Indonesia I Putu Yoga Saputra menegaskan bahwa fenomena karhutla tak lagi bisa dipandang sebatas kerusakan ekosistem, melainkan sudah menjelma menjadi ancaman serius bagi keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat.
“Mewakili teman-teman Peradah se-Indonesia, terutama di wilayah terdampak, kami menilai persoalan ini tidak bisa dipandang semata-mata sebagai kebakaran hutan. Dampaknya menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, aktivitas harian, hingga keberlangsungan lingkungan,” ujar Yoga kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
“Angka lebih dari 300 ribu kasus ISPA ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Di balik angka tersebut ada masyarakat yang jatuh sakit. Penanganan karhutla tidak boleh berjalan lambat, api harus segera dikendalikan,” tegasnya.
- Antara
Menanggapi keluhan para kader Peradah di daerah bencana, DPN Peradah Indonesia mendesak pemerintah pusat, Pemda, BNPB, BPBD, serta aparat TNI-Polri untuk mengakselerasi operasi pemadaman, baik di jalur darat maupun water bombing udara.
Sembari memadamkan api, fasilitas kesehatan dipinta siaga penuh membagikan masker dan layanan medis gratis bagi warga terdampak.
Yoga juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara membakar.
Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas siapapun oknum yang terbukti sengaja memicu kebakaran.
“Jangan sampai kita hanya bergerak ketika api sudah meluas dan masyarakat mulai jatuh sakit. Pemadaman, pencegahan, penegakan hukum, serta perlindungan kesehatan harus dilakukan bersamaan demi keselamatan generasi mendatang,” pungkas Yoga.