news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Jakarta Makin Gerah, BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem dan Lonjakan Titik Panas di Sejumlah Wilayah.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Jakarta Makin Gerah, BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem dan Lonjakan Titik Panas di Sejumlah Wilayah

BMKG memprediksi cuaca panas dan kering masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Simak wilayah berpotensi hujan lebat, angin kencang, dan lonjakan titik panas
Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:36 WIB
Reporter:
Editor :

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa panas yang terjadi bukan berarti Jakarta sedang mengalami gelombang panas atau heatwave seperti yang pernah melanda sejumlah negara subtropis. Kondisi tersebut merupakan hasil kombinasi karakteristik lingkungan perkotaan dan faktor cuaca.

Musim kemarau, minimnya tutupan awan, serta udara yang relatif kering turut meningkatkan pemanasan permukaan pada siang hari. Fenomena El Niño juga memengaruhi kondisi atmosfer yang mendukung berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Situasi ini memperlihatkan pentingnya penambahan ruang terbuka hijau, perlindungan pepohonan, dan penataan kawasan perkotaan yang lebih memperhatikan keseimbangan lingkungan. 

Upaya tersebut menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak panas di kota-kota dengan pembangunan yang semakin padat.

Suhu Mencapai 38,5 Derajat Celsius, Titik Panas Karhutla Melonjak

Berdasarkan laporan BMKG mengenai prakiraan cuaca sepekan periode 20–26 Oktober 2026, suhu maksimum di sejumlah wilayah Indonesia sempat mencapai angka tinggi pada pertengahan bulan ini.

Pada 17 Oktober 2026, suhu maksimum tercatat mencapai 38,5 derajat Celsius di Jawa Barat serta 38 derajat Celsius di Lampung dan Jawa Tengah. Sehari sebelumnya, Jawa Timur juga mencatat suhu maksimum hingga 38 derajat Celsius.

Kondisi panas dan kering tersebut berkaitan dengan minimnya tutupan awan akibat pengaruh fenomena El Niño yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Berkurangnya hujan dapat mempercepat pengeringan vegetasi dan meningkatkan kerentanan kawasan hutan maupun lahan terhadap kebakaran.

Ancaman tersebut terlihat dari perkembangan titik panas atau hotspot selama 16–19 Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan pada 19 Oktober, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah melonjak dari 157 menjadi 937 titik. 

Kalimantan Barat meningkat dari 31 menjadi 231 titik, sedangkan Sumatera Selatan naik dari 19 menjadi 66 titik. Jawa Timur juga mengalami peningkatan dari 10 menjadi 36 titik.

Pada periode yang sama, sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Perkembangan tersebut menjadi sinyal perlunya kewaspadaan lebih tinggi, terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Meski kondisi kering diperkirakan masih mendominasi hingga beberapa dasarian mendatang, peluang hujan belum sepenuhnya hilang. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral