- tvOne - wawan sugiarto
Penanganan Karhutla 2026: PMKRI Dorong Penguatan Kebijakan Pelindungan Kemanusiaan dan Kesehatan Warga
tvOnenews.com, Jakarta – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menyampaikan perhatian dan kepedulian mendalam terhadap penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memengaruhi lingkungan hidup serta kesehatan masyarakat di sejumlah daerah.
Ketua Umum PP PMKRI Delvis Rettob menyampaikan bahwa upaya penanganan karhutla memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan masyarakat, kelangsungan satwa liar, serta stabilitas kualitas udara daerah setempat hingga kawasan regional.
"Malaysia bahkan terpaksa menutup ratusan sekolah di Sarawak akibat udara berbahaya dari Kalimantan," ujar Delvis di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
"Maka dari itu momentum ini diharapkan menjadi kesempatan berharga untuk terus meningkatkan efektivitas pencegahan, kesiapsiagaan di lapangan, serta pemulihan lingkungan secara komprehensif," tambahnya.
- Antara
Fokus pada Kesehatan Masyarakat dan Kelompok Rentan
PMKRI menyoroti pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap dampak paparan asap bagi kesehatan warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan lansia.
Berdasarkan data Kemenkes periode Agustus hingga 13 Oktober 2026, tercatat 283.270 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla, dengan 63.711 kasus di antaranya dialami oleh balita di 7 provinsi.
Oleh karena itu, penyediaan informasi kualitas udara secara real-time serta kemudahan akses layanan kesehatan dasar menjadi langkah kunci yang terus didorong oleh semua pihak.
Di sisi lain, PMKRI memberikan penghormatan mendalam atas pengabdian para petugas dan warga yang terlibat langsung dalam upaya pemadaman di lapangan.
- Antara
Mendorong Penanganan Menyeluruh dan Kerja Sama Regional
Mengenai aspek dinamika regional, Indonesia terus menguatkan koordinasi melalui mekanisme ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution serta pelaporan berkala kepada ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control.
PMKRI berharap kolaborasi antarpemerintah dan mitra regional tersebut dapat diterjemahkan menjadi langkah teknis yang semakin efektif dalam meminimalisir dampak kabut asap lintas batas.
"Bagi kami, keberhasilan penanganan karhutla tercermin dari sejauh mana seluruh elemen bangsa dan negara bekerja sama melindungi ruang hidup masyarakat, menjaga keanekaragaman hayati, dan memulihkan ekosistem hutan secara berkelanjutan," pungkas Delvis.