news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Fatih Karim.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya

Soal Pembunuhan Sadis di Madiun, Ustaz Fatih Karim Teringat Kasus Suami Tusuk Istri Sambil Nyalakan Murotal Al-Quran

Ustaz Fatih Karim nilai kasus mutilasi istri siri & anak oleh suaminya di Madiun seperti peristiwa pembunuhan di Selakau, Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar).
Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WIB
Reporter:
Editor :

Pemicunya akibat rasa cemburu setelah pelaku melihat L duduk bersama pria lain di warung kopi. W pun disebut kerap melontarkan ancaman akan membunuh istrinya.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, korban sempat kabur dari rumah akibat ketakutan dan mendapat ancaman. Pada siang harinya, pihak keluarga pun sempat melakukan mediasi hingga keduanya sepakat berdamai.

Perselisihan kembali terjadi pada sekitar tengah malam. L justru ditemukan tewas dalam aksi pembunuhan diduga dilakukan oleh suaminya sendiri.

Sebelum kejadian, anak korban berinisial F (17) disebut sempat melihat wajah ayahnya mendadak berbeda dengan dibalut amarah. Bahkan kedua anaknya langsung dikunci dari luar di dalam kamar.

Dalam kesempatan yang sama, pelaku dikabarkan menyalakan lantunan atau murotal Ayat Suci Al-Quran dengan suara yang keras melalui sebuah speaker. Tujuannya diduga agar suara korban tidak terdengar oleh kedua anaknya saat aksi pembunuhan.

Warga sempat mendengar suara jeritan dari dalam rumah. Di balik itu, W sedang menikam korban di bagian leher dan tubuhnya sebanyak sembilan kali menggunakan pisau.

Pelaku Pembunuhan Harus Dihukum Qisas

Dari kejadian di Madiun dan Sambas, Ustaz Fatih Karim berpendapat hukuman setimpal yang diterima oleh pelaku bukan lagi penjara. Jika mengacu pada agama Islam, hukuman yang tepat berbasis syariat.

"Semua kejadian ini harus ada hukum yang membuat kapok, yakni hukum syariat. Kalau enggak, ya bakalan begini," katanya.

Ia menilai hukuman terhadap para pelaku pembunuhan keluarganya sendiri dengan sadis yakni qisas. Hal tersebut membuat mereka bisa jera dan tidak menimbulkan korban jiwa lagi ke depannya.

"Kalau enggak, yang lain akan ada yang menjadi korban, bisa jadi kita korban berikutnya," tegasnya.

"Karena menurut saya, pelaku itu iblis berbentuk manusia. Bagaimana bisa orang yang dicintai, istrinya itu lho dan anak kecil empat tahun yang enggak bisa apai-apa sampai dibunuh dengan cara dicincang, digiling, dan dibakar. Saya yakin manusia itu enggak akan ada yang setuju. Kesalahan apa pun enggak tepat kayak begitu," sambungnya.

(hap)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral