- Istimewa
Wamendagri Bima Arya Tekankan Kepala Desa Harus Miliki Inovasi Pelayanan
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya meningkatkan kualitas kepemimpinan terhadap para kepala desa.
Langkah ini dilakukan dengan membuka kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan III di Universitas Sriwijaya, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mengatakan, kepemimpinan yang berdampak membutuhkan visi, analisis data, penentuan prioritas yang realistis, dan keterampilan berkolaborasi.
"Kepala desa harus mampu memahami kebutuhan masyarakat dan mengarahkan sumber daya untuk menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata," kata Bima Arya kepada awak media, Jakarta, Rabu (4/10).
Ia juga mengingatkan agar kepala desa tidak terjebak pada kegiatan seremonial dan rutinitas birokrasi.
Anggaran desa harus diprioritaskan untuk pelayanan publik dan program pembangunan yang konkret serta sesuai kebutuhan masyarakat.
Bima Arya turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi.
Ia berharap para kepala desa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kembali ke daerah dengan semangat menjadi kepala desa terbaik di Sumatera Selatan.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri, Bernhard Eduard Rondonuwu menyampaikan bahwa Program KDMK dirancang sebagai wahana pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi kepala desa, pengelolaan potensi desa, penguatan ekonomi, serta pembangunan berbasis data dan bukti.
Ia memaparkan program ini juga membuka ruang bagi kepala desa untuk membangun jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi, praktisi, dan sesama kepala desa dari berbagai daerah.
"Pelaksanaannya menggunakan pendekatan kolaboratif melalui pembelajaran akademik, riset, inovasi, praktik lapangan, coaching, mentoring, dan transformasi digital," jelasnya.
Adapun program KDMK diselenggarakan 3–6 November 2026 diikuti oleh 255 kepala desa terpilih yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. (raa/dpi)