- tim tvOne
Pemprov Jatim Kenalkan Program Belanova Serap Hilirisasi Riset Kampus, UPN Gelar Pameran Inovasi Peneliti
Surabaya, tvOnenews.com - Pemprov Jatim mulai serius memetakan potensi manfaat ekonomi dari hilirisasi riset kampus-kampus di Jawa Timur. Pemprov Jatim bahkan telah mengeluarkan program unggulan bertajuk Belanja Inovasi atau BELANOVA, dimana teknisnya prototipe hasil riset dan inovasi kampus diserap dan diproses sesuai ketentuan dengan mengedepankan keandalan dan sertifikasinya, hingga akhirnya bisa dinikmati masyarakat.
Hal itu disampaikan Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, usai membuka pameran riset dan inovasi karya para peneliti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur bertajuk UPN Rise 2026 di Gedung Giri Loka UPN Veteran Jatim.
Menurut Emil, banyak hasil penelitian perguruan tinggi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, sejumlah inovasi masih membutuhkan tahapan lanjutan, mulai dari pengujian laboratorium, sertifikasi hingga dukungan pembiayaan agar siap diterapkan secara luas.
"Untuk mendukung proses hilirisasi tersebut, Pemprov Jatim memiliki program BELANOVA atau belanja inovasi. Melalui program ini, pemerintah dapat membeli hasil inovasi yang telah berbentuk prototipe untuk kemudian diterapkan dan diuji manfaatnya di tengah masyarakat," ungkap Emil.
Mekanisme BELANOVA menjadi salah satu upaya menjembatani hasil penelitian kampus dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, dalam mekanisme pengadaan pemerintah pada umumnya, sebuah produk harus lebih dahulu terbukti efektif dan memenuhi persyaratan sertifikasi.
Peran STP dan Inkubator
Sementara itu, Rektor UPN Veteran Jatim, Prof. Rossyda Priyadarshini menyebut, pameran inovasi dan riset hasil karya peneliti kampusnya yang saat ini dipamerkan mencapai seratusan lebih karya. Ratusan karya inovasi dan riset tersebut sebagian sudah melalui tahap trial dan error sehingga sudah siap dihilirisasi menjadi barang yang siap dikomersilkan melalui inkubator bisnis.
"Untuk menyambungkan ke arah organisasi dan industri, kami sudah punya yang namanya Science Techno Park (STP) dan inkubator. Peran dari STP dan inkubator itu adalah yang kemudian menjadi link ke industri," jelas Prof. Rossyda.
Ia menambahkan, gagasan menggelar pameran riset ini sudah lama direncanakan. Selama ini, kegiatan kampus yang memecahkan rekor sering identik dengan jalan sehat atau kegiatan massal lainnya. Pihaknya berpikir, kalangan akademisi dari aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga harus bisa menunjukkan capaian serupa.
"Biasanya kan mahasiswa itu banyak, misalnya rekor kegiatannya jalan sehat. Kami berpikir saat itu, kenapa kami jadi akademisi khususnya dari aspek penelitian dan pengabdian masyarakat, harusnya kami juga bisa," tambahnya:
Pendanaan Riset
Terkait pendanaan, UPN setiap tahun memberikan dana riset bagi para dosen melalui skema kompetisi. LPPM mengeluarkan panduan penelitian yang berisi jenis penelitian dan besaran pendanaan yang bisa diakses.
"LPPM mengeluarkan panduan penelitian, di situ ada jenis penelitian, kemudian beberapa pendanaan yang bisa diperoleh. Apakah seorang dosen bisa memperoleh atau tidak, itu tergantung pada kualitas proposalnya dan itu untuk menilai suatu proposal itu dilakukan oleh beberapa tim reviewer," jelasnya.
Pendanaan internal tersebut disalurkan melalui unit-unit di bawah LPPM. Namun, pihaknya juga mendorong dosen untuk mengakses pendanaan dari luar kampus.
"Kami mendorong juga dosen-dosen memperoleh dana dari luar, misalnya dari Kemendiktisaintek, kemudian bisa juga dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan berbagai macam pendanaan lainnya yang memang terbuka dan bisa diakses oleh para dosen, termasuk yang dikeluarkan oleh LPDP," pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jatim akan meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jatim bersama UPN Veteran Jatim melakukan pemetaan dan seleksi terhadap hasil penelitian yang paling potensial untuk dilakukan hilirisasi (far)