- Muhammad Bagas/tvOnenews.com
Kuat Ma'ruf Debat dengan JPU di Persidangan: Ini Jebakan Batman
Jakarta, tvOnenews.com - Terdakwa Kuat Ma'ruf beradu argumen dengan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan perkara pembunuhan berencana Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Ketika diperiksa sebagai terdakwa, Kuat Ma'ruf ditanya jaksa terkait pikirannya hingga sekarang.
"Anda sudah memproses. Anda sudah tenang?' tanya jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel)," Senin (9/1/2023).
Kuat Ma'ruf mengatakan dirinya belum tenang hingga sekarang. Sebab, posisinya sekarang ada di dalam penjara.
Selain itu, Kuat Ma'ruf menuturkan belum merasa tenang dalam situasi sekarang duduk sebagai terdakwa.
"Kalau sekarang nggak ada tenangnya, Pak, apalagi di penjara. Nggak ada tenangnya," sahut Kuat Ma'ruf.
Jaksa lantas menimpali keterangan Kuat Ma'ruf dengan pertanyaan lanjutan.
"Jadi, sampai sekarang Anda belum bisa berpikir dengan jernih?" cecar jaksa.
"Nggak berpkir dengan jernih? Bapak tanya ini jebakan batman. Jangan diputar-putarlah, Pak. Langsung tembak saja jeger, apa gitu," timpal Kuat Ma'ruf.
Mendengar perdebatan Kuat Ma'ruf dengan jaksa, Ketua Majelis Hakim PN Jaksel, Wahyu Iman Santoso menengahi.
"Saudara jaksa penuntut umum, silakan ditanggapi dalam surat tuntutan. Lanjutkan," kata Hakim Wahyu.
"Ganti pertanyaan saudara penuntut umum," tambahnya.
Kuat Ma'ruf Menyesal Sempat Bohong
Terdakwa Kuat Ma'ruf mengaku tidak terima disebut pembohong karena sempat tidak jujur pada awal kasus pembunuhan Brigadir J alias Yoshua Hutabarat.
Menurut dia, kebohongan itu memang pernah terjadi ketika menuruti instruksi Ferdy Sambo.
"Cuman karena awalnya berbohong. Jadi, sekarang saya ngomong bohong atau benar saja orang meganggap bohong. Kadang-kadang saya enek gitu lho Yang Mulia," ujar Kuat Ma'ruf di PN Jaksel, Senin (9/1/2023).
Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso mendengar keterangan Kuat Ma'ruf pun tak kuasa menahan tawa.
Hakim Wahyu lantas menekankan soal kebohongan yang sempat diucapkan Kuat Ma'ruf.
"Karena diawali dari awalnya berbohong?"tanya Hakim Wahyu.
"Itu dia yang bikin saya berat. Kan, saya juga nggak kepengin awalannya berbohong bukan keinginan saya," sahut Kuat.