- YouTube/ABCNews
Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka Suara soal Penangkapan Presiden Venezuela Maduro
Jakarta, tvOnenews.com - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan pemindahannya ke New York memicu gelombang reaksi politik di Amerika Serikat, termasuk dari tingkat pemerintahan kota. Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, secara terbuka menyampaikan sikap resminya terkait kehadiran Maduro di wilayah hukumnya dan implikasi hukum serta politik yang menyertainya.
Dalam pernyataan resminya, Mamdani menegaskan bahwa sejak awal dirinya langsung melakukan koordinasi internal dengan jajaran tertinggi Pemerintah Kota New York. Ia menyebut telah berbicara dengan Ketua Staf, Kepala Penasihat Hukum, Komisioner Kepolisian New York (NYPD), serta anggota inti tim pemerintahannya untuk menilai secara menyeluruh dampak penangkapan Maduro terhadap keamanan kota dan prinsip-prinsip hukum yang dianut New York City.
“Saya telah berbicara dengan pimpinan pemerintahan kota, termasuk Ketua Staf, Kepala Penasihat Hukum, Komisioner Polisi, serta anggota tim saya,” ujar Mamdani dalam pernyataannya.
Tak hanya itu, Mamdani juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah menghubungi Presiden Amerika Serikat secara langsung. Percakapan tersebut dilakukan untuk menilai posisi pemerintah federal sekaligus menyampaikan sikap Pemerintah Kota New York terhadap penangkapan kepala negara asing di wilayah Amerika Serikat.
“Saya telah menelepon Presiden dan berbicara langsung dengannya untuk menilai bagaimana pemerintahan saya memandang hak ini,” kata Mamdani.
Dalam pernyataannya, Wali Kota New York itu menekankan bahwa pemerintahannya tidak mendukung pendekatan perubahan rezim melalui kekuatan atau tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional. Mamdani menyatakan secara tegas bahwa New York City berdiri pada prinsip penegakan hukum yang adil, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penolakan terhadap praktik yang berpotensi menyalahi aturan hukum internasional.
Ia juga menyinggung kekhawatiran atas preseden yang ditimbulkan dari penangkapan seorang presiden aktif negara lain. Menurutnya, tindakan tersebut harus diuji secara ketat melalui koridor hukum, bukan semata keputusan politik atau kepentingan strategis jangka pendek.
“Saya menjelaskan bahwa ini merupakan pemerintahan yang berlandaskan ketidaksepakatan terhadap upaya perubahan rezim, pelanggaran hukum internasional, serta keinginan agar prinsip-prinsip tersebut dijalankan secara konsisten setiap hari,” tegas Mamdani.
Pernyataan Wali Kota New York ini muncul di tengah sorotan global terhadap penangkapan Nicolás Maduro, yang dituduh oleh otoritas Amerika Serikat atas sejumlah dakwaan berat, mulai dari konspirasi narco-terorisme, penyelundupan narkotika lintas negara, hingga kepemilikan senjata api berat. Maduro diketahui tiba di New York dan langsung ditempatkan dalam pengamanan ketat untuk menjalani proses hukum di pengadilan federal.
Sebagai kota global dan pusat diplomasi dunia, New York City berada dalam posisi sensitif dalam peristiwa ini. Mamdani menegaskan bahwa meskipun proses hukum terhadap Maduro berada di bawah kewenangan federal, Pemerintah Kota New York memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan publik, ketertiban kota, serta perlindungan terhadap hak asasi manusia.
Ia juga memastikan bahwa aparat keamanan kota, termasuk NYPD, berada dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi dampak lanjutan, seperti potensi aksi demonstrasi, gangguan keamanan, maupun respons dari komunitas internasional yang berada di New York.
Pernyataan Mamdani dinilai mencerminkan kehati-hatian politik di tengah polarisasi nasional terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Sejumlah tokoh politik sebelumnya juga menyuarakan kekhawatiran bahwa penangkapan Maduro dapat menyeret AS ke konflik geopolitik yang lebih luas, terutama di kawasan Amerika Latin.
Dengan sikapnya, Zohran Mamdani menempatkan Pemerintah Kota New York pada posisi yang menekankan supremasi hukum dan penolakan terhadap pendekatan koersif dalam hubungan internasional. Ia menegaskan bahwa New York City akan tetap berpegang pada nilai demokrasi, keadilan, dan hukum, terlepas dari tekanan politik di tingkat nasional maupun global.
Seiring dunia menanti jalannya proses hukum terhadap Nicolás Maduro di New York, pernyataan Wali Kota Zohran Mamdani menambah dimensi baru dalam perdebatan, menunjukkan bahwa dampak penangkapan tersebut tidak hanya dirasakan di level negara, tetapi juga hingga ke pemerintahan kota terbesar di Amerika Serikat. (nsp)