- Antara
Investasi Energi Bersih Global Tembus USD2,2 Triliun pada 2025, PBB Tegaskan Transisi dari Fosil Tak Terbendung
Untuk menjawab tantangan tersebut, PBB menyerukan perlunya investasi besar-besaran pada jaringan listrik modern yang fleksibel dan tangguh. Guterres menekankan pentingnya penguatan interkoneksi lintas negara guna memastikan pasokan listrik yang stabil, sekaligus mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi seperti baterai.
Menurutnya, penyimpanan energi menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan listrik, terutama ketika ketergantungan pada sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten semakin meningkat.
Tak hanya sektor kelistrikan, Guterres juga menyoroti pentingnya percepatan elektrifikasi transportasi. Ia menilai perluasan jaringan pengisian kendaraan listrik harus menjadi prioritas untuk menekan emisi karbon dari sektor transportasi, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di dunia.
Selain investasi fisik, PBB menekankan urgensi reformasi kebijakan dan regulasi. Guterres meminta pemerintah di berbagai negara untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui aturan yang jelas, transparan, dan konsisten.
“Pemerintah harus menyediakan aturan yang jelas, kepastian waktu, serta perizinan yang lebih cepat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa kepastian kebijakan merupakan kunci untuk menarik investasi swasta dalam skala besar.
Dalam pidatonya, Guterres juga mengaitkan agenda transisi energi dengan target iklim global. Ia mengingatkan hasil Konferensi Perubahan Iklim COP30 di Belém yang mengakui dunia berpotensi melampaui ambang batas kenaikan suhu global 1,5 derajat Celsius secara sementara.
“Tugas kita jelas, memastikan pelampauan itu sekecil dan sesingkat mungkin,” tegasnya.
Ia memperingatkan bahwa keterlambatan dalam menurunkan emisi akan meningkatkan risiko krisis iklim jangka panjang. Oleh karena itu, dunia dituntut untuk memangkas emisi secara lebih cepat, lebih dalam, dan merata di semua sektor.
Langkah tersebut, menurut Guterres, hanya dapat dicapai dengan mempercepat peralihan dari energi fosil, memperluas pemanfaatan energi terbarukan, serta meningkatkan efisiensi energi secara signifikan di tingkat global.
Dengan rekor investasi USD2,2 triliun pada 2025, PBB menilai momentum transisi energi bersih telah terbentuk. Tantangan ke depan adalah memastikan investasi tersebut diimbangi dengan pembangunan infrastruktur, kebijakan yang tepat, dan akses pembiayaan yang adil agar manfaatnya dapat dirasakan secara global. (ant/nsp)