- X @DailyIranNews
Serangan AS-Israel ke Iran Lebih Besar dari Operasi Juni 2025, Infrastruktur Militer dan Elite Teheran Jadi Target
Jakarta, tvOnenews.com – Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran pada Sabtu (28/2) pagi dilaporkan memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Menurut laporan The New York Times (NYT) yang mengutip sejumlah pejabat AS, sasaran awal dalam operasi kali ini difokuskan pada infrastruktur militer Iran.
Pejabat militer AS menyebutkan, selain fasilitas nuklir, Iran diperkirakan memiliki lebih dari 2.000 rudal, terutama rudal balistik jarak pendek dan menengah. Rudal-rudal tersebut tersebar di berbagai titik peluncuran di seluruh wilayah negara itu.
NYT juga mengutip tiga pejabat keamanan Israel yang mengetahui detail operasi tersebut. Disebutkan bahwa salah satu tujuan utama gelombang pertama serangan adalah menargetkan sebanyak mungkin pemimpin Iran.
Para pejabat tersebut menyampaikan, seperti pada serangan Juni tahun lalu, perencana operasi berupaya mempertahankan unsur kejutan.
Mereka menilai pejabat senior Teheran harus menjadi target awal sebelum pengamanan diperketat dan mempersempit peluang serangan.
Sementara itu, Senator Jack Reed, anggota Partai Demokrat paling senior di Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, disebut tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait serangan tersebut. Informasi itu disampaikan juru bicaranya kepada media tersebut.
Sehari sebelum serangan, Reed telah mengingatkan bahwa “jika perang tidak diperlukan, maka harus dihindari.”
Ia juga menyatakan bahwa Kongres “tidak menerima pengarahan nyata atau intelijen” terkait potensi serangan. Menurutnya, meski Iran dianggap sebagai ancaman yang “serius” dan “destabilisasi” bagi AS dan sekutunya, pemerintah belum menyampaikan “pembenaran strategis untuk melakukan serangan pendahuluan.”
Di sisi lain, Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada Sabtu dini hari dengan nama sandi Lion’s Roar. Pemerintah Israel juga menetapkan status darurat “khusus dan segera” di seluruh wilayahnya.
Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bahwa Washington telah memulai “operasi tempur berskala besar” di Iran.
Sebelumnya, pada Juni 2025, Amerika Serikat menyerang tiga lokasi nuklir Iran menjelang akhir konflik 12 hari antara Israel dan Iran. (ant/rpi)