News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isu Akses Udara AS ke Langit Indonesia, Menlu: Bukan Blanket Overflight, Tapi Overflight Access

Pemerintah meluruskan polemik terkait wacana kerja sama akses udara antara Indonesia dan Amerika Serikat yang belakangan menuai spekulasi publik. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, istilah yang berkembang selama ini keliru dan berpotensi menyesatkan
Rabu, 22 April 2026 - 14:51 WIB
Menlu Sugiono
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah meluruskan polemik terkait wacana kerja sama akses udara antara Indonesia dan Amerika Serikat yang belakangan menuai spekulasi publik. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, istilah yang berkembang selama ini keliru dan berpotensi menyesatkan.

“Saya kira terminologinya harus diluruskan, ya. Itu bukan blanket overflight, itu overflight access,” kata Sugiono kepada wartawan di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penegasan ini menjadi penting di tengah kekhawatiran bahwa kerja sama tersebut dapat membuka celah bagi pelanggaran kedaulatan. Sugiono menjelaskan, overflight access merupakan usulan dari pihak Amerika Serikat yang masih berada pada tahap awal dan akan melalui proses ketat sesuai mekanisme dalam negeri.

“Kalau berbicara mengenai overflight access merupakan satu intens ya, yang disampaikan oleh pihak Amerika, yang kemudian juga kan akan melewati proses dan mekanisme pembahasan. Mekanismenya seperti apa dan sebagainya-sebagainya, itu di Indonesia. Dan saya kira kedaulatan, kepentingan nasional, itu juga pasti akan menjadi sesuatu yang utama. Itu satu,” ujarnya.

Menurut Sugiono, konsep tersebut bukan hal baru dalam praktik hubungan internasional. Indonesia, dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, terbuka terhadap kerja sama serupa selama aturan mainnya jelas dan tidak merugikan kepentingan nasional.

“Sebagai negara yang memiliki tradisi dan politik luar negeri bebas aktif, ya perjanjian serupa itu juga kalau misalnya dilakukan dengan negara-negara lain, ya nggak ada masalah, kan gitu. Mekanismenya seperti apa, implementasinya seperti apa,” ucapnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kerja sama ini akan menyeret Indonesia ke dalam konflik global. Dalam pandangannya, di tengah dinamika geopolitik saat ini, Indonesia tetap akan terdampak oleh situasi global terlepas dari ada atau tidaknya perjanjian tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi jangan kemudian dipersepsikan sebagai sesuatu yang menyeret Indonesia dan, apa, mengancam kedaulatan. Dengan situasi dunia yang seperti ini, ya Indonesia mau tidak mau akan terdampak apa pun yang terjadi di dunia ini,” ucapnya.

Sugiono menegaskan, pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Setiap langkah diplomasi dan kerja sama luar negeri dipastikan berpijak pada mandat konstitusi, termasuk kewajiban utama melindungi rakyat dan menjaga kedaulatan negara.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejagung Geledah Perusahaan Bayangan Penampung Hasil TPPU Zarof Ricar, Lima Kontainer Dokumen Tanah-Emas Batangan Disita

Kejagung Geledah Perusahaan Bayangan Penampung Hasil TPPU Zarof Ricar, Lima Kontainer Dokumen Tanah-Emas Batangan Disita

Tim penyidik Kejaksaan Agung geledah sebuah perusahaan bayangan milik tersangka Zarof Ricar dalam rangka menampung hasil TPPU saat menjabat di Mahkamah Agung
Angin Topan Goncang Perairan Laut Madura, Para Nelayan Ketakutan

Angin Topan Goncang Perairan Laut Madura, Para Nelayan Ketakutan

Pusaran angin topan menggoncang perairan Laut Selat Selatan Madura, tepatnya di area Jembatan Suramadu, Kecamatan Labang dan membuat sejumlah nelayan ketakutan
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Geram Lihat Tata Ruang Kota Bandung Semrawut, hingga Penghasilan Miliaran KDM dari YouTube 

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Geram Lihat Tata Ruang Kota Bandung Semrawut, hingga Penghasilan Miliaran KDM dari YouTube 

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi geram melihat tata Kota Bandung yang semrawut. Penghasilan Kang Dedi Mulyadi (KDM) dari membuat konten di YouTube
Mendag Akui Pemerintah sedang Kaji Ulang Harga Minyakita: Sudah 3 Tahun, Semua Harus Disesuaikan

Mendag Akui Pemerintah sedang Kaji Ulang Harga Minyakita: Sudah 3 Tahun, Semua Harus Disesuaikan

Mendag menjelaskan bahwa proses pengkajian harga saat ini masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final terkait besaran penyesuaian HET Minyakita.
AHY Ungkap Pembangunan Jalur Kereta Api Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Butuh Rp1.200 Triliun

AHY Ungkap Pembangunan Jalur Kereta Api Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Butuh Rp1.200 Triliun

Pemerintah membeberkan perkiraan total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jalur kereta api di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
Tersandung Kasus Hukum, Setter Timnas 'Juara V League' Ini Tak Diminati Satu pun Tim di Liga Voli Korea Musim Depan

Tersandung Kasus Hukum, Setter Timnas 'Juara V League' Ini Tak Diminati Satu pun Tim di Liga Voli Korea Musim Depan

Kenyataan pahit harus diterima setter Timnas Voli Putri Korea yang baru saja membawa GS Caltex juara V League 2025/2026, Ahn Hye-jin.

Trending

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Gubernur Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Siswanya acung jari tengah ke guru
Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Berikut hasil bursa transfer pemain agen bebas (Free Agent/FA) untuk Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Yeum Hye-seon bertahan di Red Sparks sedangkan Jung Ho-young satu-satunya pemain yang pindah klub secara resmi.
Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Kabar gembira datang bagi para pecinta voli Indonesia. Megawati Hangestri Pertiwi, bintang voli kebanggaan tanah air, resmi memutuskan untuk kembali berkarier -
Ogah Bela Timnas Indonesia Demi Mimpi Belanda, Bek Keturunan Rp312 Miliar Kini Jadi Incaran Raksasa Prancis

Ogah Bela Timnas Indonesia Demi Mimpi Belanda, Bek Keturunan Rp312 Miliar Kini Jadi Incaran Raksasa Prancis

Nama Jayden Oosterwolde mendadak jadi sorotan setelah dikabarkan masuk radar raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Ia pernah tolak bela Timnas Indonesia.
Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

​​​​​​​Dedi Mulyadi periksa siswa SMAN 1 Purwakarta yang disanksi, lalu ambil langkah tak terduga dengan mengganti AC kelas jadi 2 PK demi kenyamanan belajar.
Tak Mainkan Ole Romeny, Oxford United Selangkah Lagi Susul Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga Liga Inggris

Tak Mainkan Ole Romeny, Oxford United Selangkah Lagi Susul Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga Liga Inggris

Oxford United selangkah lagi menyusul Leicester City terdegradasi ke kasta ketiga Liga Inggris, League One. Hal ini terjadi setelah kekalahan dari Wrexham, ketika Ole Romeny tak dimainkan sama sekali.
Masih Ingat Herman Dzumafo Epandi? Legenda Persib yang Sudah Dinaturalisasi, tapi Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Masih Ingat Herman Dzumafo Epandi? Legenda Persib yang Sudah Dinaturalisasi, tapi Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Herman Dzumafo lahir di Douala, Kamerun. Meski sudah memegang paspor Indonesia, setelah dinaturalisasi pada 2017, ia tak pernah dipanggil ke Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral